Kemendag akan memfasilitasi DTech Engineering untuk melakukan presentasi produk kepada perwakilan perdagangan Indonesia di Filipina dan Malaysia. Selanjutnya, pihak perusahaan akan berkomunikasi secara langsung dengan calon pembeli melalui pertemuan daring.
BACA JUGA: Rupiah Melemah, Ahmad Luthfi Andalkan KUR dan Pendampingan Ekspor Jaga UMKM Jateng
“Nanti kami fasilitasi DTech untuk presentasi produk kepada perwakilan dagang Indonesia di Filipina dan Malaysia agar bisa 𝖽icarikan buyer yang potensial,” jelasnya.
Budi Santoso menambahkan, program Business Matching pada awalnya 𝖽ifokuskan untuk mendukung UMKM yang belum pernah melakukan ekspor. Namun dalam perkembangannya, program tersebut juga dapat 𝖽imanfaatkan oleh pelaku usaha lain yang ingin memperluas pasar internasional.
Program ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, Business Matching berhasil membukukan transaksi ekspor senilai 134 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun.
Sementara sepanjang Januari hingga Mei 2026, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai 193 juta dolar AS. “Angka ini bahkan sudah melampaui total transaksi selama satu tahun pada 2025,” tandas Mendag RI. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





