SEMARANG, beritajateng.tv – Beredar sebuah klaim bahwa calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mengaku dapat dukungan dari kelompok radikal dan intoleran.
Adapun dalam klaim tersebut, tertuliskan bahwa kelompok radikal dan intoleran itu mendukung Anies Baswedan dalam Pemilu 2024.
Narasi yang mengklaim bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berasal dari unggahan sosial media Facebook.
Anies mengakui bahwa dirinya menerima dukungan dari kelompok radikal dan intoleran kepada para relawannya yang berada di Malaysia.
Hal itu membuat relawan Anies bingung dan seolah tidak percaya orang yang mereka dukung ternyata memang memiliki hubungan dengan kelompok radikal dan intoleran.
Pantas saja Anies akan menggunakan politik identitas pada Pilpres 2024 mendatang.
Dalam unggahan akun Facebook itu, tertuliskan bahwa Anies mendapat dukungan dari kelompok radikal dan intoleran. Narator mengatakan bahwa pengakuan tersebut Anies sampaikan kepada relawannya di Malaysia.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Kedatangan Pengungsi Rohingya untuk Menangkan Paslon Tertentu dalam Pilpres 2024
Dalam unggahan tersebut, terdapat tangkapan layar yang menyebut Anies menerima dukungan dari kelompok radikal dan intoleran.
Lantas, apakah benar Anies Baswedan mengaku bahwa ia telah menerima dukungan kelompok radikal tersebut?
Hasil penelusuran
Dari narator unggahan Facebook tersebut, ia membaca artikel dari laman Kata Logika yang berjudul “Di Malaysia, Anies Minta Diakui Bersama Kelompok Radikal”.
Dari keseluruhannya, isi artikel tersebut adalah pernyataan Anies yang menyebut bahwa ada tuduhan sosok radikal dan intoleran untuknya.
Menurut Anies, yang harus mereka lakukan adalah bertanya balik untuk menyebutkan contoh perilaku radikal dan intoleran yang pernah capres nomor urut 1 itu pernah lakukan.
Hal itu Anies sampaikan di Kuala Lumpur pada 10 Oktober 2023 saat menghadiri acara deklarasi relawan Amin di Malaysia.
Dalam video itu, Anies mengatakan hal seperti berikut:
Dan saya titip Bapak-Ibu, kalau nanti bertemu warga Indonesia yang menyampaikan kabar-kabar yang berisi hoaks, yang berisi tudingan, tolong jangan dibantah. Ini pesan saya. Kenapa jangan bantah, begini misalnya,





