Jateng

Cek Keluhan Masyarakat Soal Banjir di Bulu Lor, Mbak Ita Temukan Ini

×

Cek Keluhan Masyarakat Soal Banjir di Bulu Lor, Mbak Ita Temukan Ini

Sebarkan artikel ini
Banjir Bulu Lor
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi yang dikeluhkan banjir di Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendapat keluhan terkait banjir di wilayah Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Mbak Ita, sapaannya kemudian meninjau Bulu Lor tepatnya di Jalan Erowati dan Pergiwati dekat Lapangan Sentiaki.

Menerima informasi itu, ia mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku wilayah setempat mengecek dan menangani permasalahan banjir di Bulu Lor.

BACA JUGA: Resmikan RS Cepoko Gunungpati, Walikota Semarang: Bentuk Kolaborasi dalam Pelayanan Kesehatan

Mbak Ita, kemudian memeriksa setiap lokasi-lokasi yang menjadi pemicu terjadinya genangan air di lokasi tersebut.

Dan benar saja, saat pengecekan, ia menemukan adanya saluran air yang tersumbat karena tertutup penyambungan jalan masuk (PJM).

Selain itu juga pompa di Bulu Drain untuk menyedot air agar sungai tidak meluap mengalami masalah teknis.

“Kita temukan yang pertama karena ini pompa ini kan ke Bulu Drain itu harusnya pompa jalannya semua tapi karena genset meledak jadi satu rusak. Kedua daerah Pergiwati ternyata kita temukan banyak saluran yang ketutup tanah. Sehingga ini yang juga berakibat airnya gak lancar mengalir nah ini yang salah satu mestinya tidak terjadi,” ujarnya, Rabu 7 Februari 2024.

Untuk menangani dan mengatasi banjir, saat ini ia telah memina untuk disiapkan pompa portable. Selain itu Mbak Ita juga mendorong agar masyarakat segera membongkar PJM-PJM yang menutupi saluran air.

“Saya sudah minta hari ini bisa menyiapkan, menyiagakan pompa portable karena mengingat curah hujan tinggi. Dan ada kegiatan di lapangan sentiaki sehingga kita untuk pencegahannya sehingga jangan sampai masyarakat mengeluh,” ucap dia.

Cek Lokasi Banjir di Bulu Lor

“Kemudian sama banyak saluran tertutup dengan tanah dan ini masalah kesadaran masyarakat yang nutupi PJM nutupi saluran. Nah ini kan memperparah sehingga saya minta ada kesadaran dan Pak Lurah menata kemudian mengevaluasi. Masyarakat di oyak-oyak (ajak, Red.) membenahi PJM-nya karena bikin macet (tersumbat, Red.) yang mengarah ke kali. Nah kalau mampet ya airnya kemana-mana,” paparnya.