DEMAK, beritajateng.tv – Terdapat cerita mistis yang menyelimuti banjir bandang yang melanda Demak, Jawa Tengah.
Sebagaimana kita ketahui, banjir yang merendam beberapa kecamatan di Demak beberapa hari terakhir ini memunculkan berbagai macam penanganan.
Selain usaha untuk memperbaiki tanggul di Sungai Wulan, kini muncul proses sedekah melalui sembelih kambing kendit.
Upaya tersebut pun viral di media sosial setelah salah satu akun Instagram, @infokejadiandemak mengunggah video penyembelihan kambing kendit di atas tanggul.
Lebih jelasnya, dalam video tersebut tampak kambing kendit yang dibawa menuju Desa Norowito, Kecamatan Karanganyar. Wilayah tersebut merupakan lokasi jebolnya tanggul Sungai Wulan.
Kemudian, kambing tersebut disembelih dan kepalanya dikubur di atas tanggul. Sisanya untuk selamatan yang berlangsung saat berbuka puasa.
BACA JUGA: Lakukan Kunjungan, Ketum PMI Jusuf Kalla Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Demak Jilid 2 Terpenuhi
Rupanya, penyembelihan wedus kendit ini menjadi keperluan setelah sebelumnya viral sebuah video dari akun Instagram @viralkudus. Dari sana, terdapat cerita tentang pengemudi alat berat bechoe yang bertugas menutup tanggul jebol. Kemudian ia sempat menemui kondisi yang janggal di lokasi.
Saat alat berat meninggikan tanggul kondisi tanggul terasa sudah kuat.
Namun, saat pengemudi turun, tanggul yang ia injak terasa ambles. Kakinya pun terasa seperti menginjak tubuh ular besar.
Selain itu, sempat sosok orang tua menemui pengemudi alat berat tersebut saat hujan deras di sela pengerjaan penutupan tanggul.
Pria sepuh dan wedus kendit
Pria sepuh misterius tersebut sempat memberi wejangan pengemudi eskavator tersebut. Di antaranya, memberitahukan agar ada wedus kendit saat penutupan tanggul.
Sosok itu juga memberitahukan bahwa di tanggul itu ada punden (makam tokoh desa). Namun, selama ini warga setempat dianggap sudah tidak menghargai lagi dengan bersedekah bumi.
Sosok itu juga mengingatkan agar pengemudi eskavator itu segera meninggalkan lokasi karena tanggul akan jebol lagi.
BACA JUGA: Dulu Lenyap Jadi Daratan, Begini Sejarah Selat Muria yang Kembali Viral Saat Banjir Demak
Bupati Demak dr Eisti’anah mengatakan, ritual selamatan wedus kendit tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol.
“Sebetulnya, sisi mistis ini juga kita alami saat mau pasang mesin penyedot air di Desa Karangrejo terkait upaya pembuangan air yang membanjiri Kota Demak melalui Sungai Tuntang Kontrak. Beberapa kali mesin mati dan sulit ditarik ke lokasi. Bahkan, mesin juga kecebur ke saluran,” jelasnya.
Dari penjelasannya, bupati menyebut bahwa kearifan lokal dengan adanya wedus kendit tersebut harapannya mampu menguatkan dalam upaya penutupan tanggul Sungai Wulan. (*)





