SEMARANG, beritajateng.tv – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-35 RSD KRMT Wongsonegoro atau RSWN Semarang berlangsung sederhana, namun sarat makna.
Upacara singkat, saling bersalaman, dan kebersamaan antarpegawai justru menjadi momen refleksi sekaligus titik awal berbagai terobosan layanan baru bagi masyarakat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan peringatan ulang tahun RSWN tahun ini tidak sekadar seremonial.
Rumah sakit milik Pemkot Semarang itu sekaligus meluncurkan sejumlah program layanan baru dan meneguhkan komitmen untuk melesat dalam pelayanan kesehatan.
BACA JUGA: Isu Jual Beli Harimau di Semarang Zoo, Pemkot Turun Tangan Lakukan Investigasi
“Perayaannya sederhana tapi sangat menyenangkan. Kita upacara, saling mengucapkan ulang tahun, lalu foto bersama. Di saat yang sama, kita juga meluncurkan berbagai program dan meneguhkan komitmen bahwa RSWN harus menjadi yang terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat,” kata Agustina.
Ia menegaskan, tema melesat yang RSWN Semarang usung mengandung makna bekerja melampaui kecepatan dan standar rata-rata. Menurutnya, rumah sakit daerah harus hadir dengan layanan terbaik dan berdampak langsung bagi warga.
“RSWN ini punya tanggung jawab publik. Pelayanannya harus benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh civitas hospitalia, dari dokter, perawat, hingga petugas kebersihan, parkir, dapur, dan seluruh unsur yang membuat rumah sakit ini terus bertumbuh,” ujarnya.
Agustina berharap RSWN terus melakukan perbaikan dari berbagai masukan masyarakat. Ia menilai, hubungan timbal balik antara rumah sakit dan warga menjadi kunci keberlanjutan layanan kesehatan daerah.
“Kalau pelayanannya makin baik, masyarakat juga akan memberi kontribusi balik. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan karena ini rumah sakit dengan tanggung jawab sosial,” katanya.
Daycare di RSWN
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah hadirnya layanan day care dan program keluarga cemara. Agustina menyebut, RSWN memiliki sekitar 1.500 pegawai, banyak di antaranya merupakan keluarga muda dengan anak kecil.
“Day care ini sangat membantu. Pegawai yang punya anak kecil bisa menitipkan anaknya. Pasien yang harus periksa dan membawa anak juga terbantu. Ini luar biasa,” ucapnya.
Tak hanya untuk balita, RSWN juga menghadirkan layanan pendampingan bagi ibu hamil dan remaja. Menurut Agustina, perhatian terhadap kesehatan mental remaja menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
“Saya sampaikan tadi, layanan untuk remaja ini bisa menjadi tempat bersandar dan curhat yang aman dan rahasia. Tidak banyak rumah sakit yang membuka layanan selengkap ini. Mulai dari anak-anak, ibu hamil, sampai remaja, dan biayanya sangat terjangkau,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSD KRMT Wongsonegoro, M. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa ulang tahun ke-35 menjadi momentum kebangkitan semangat seluruh pegawai rumah sakit.
“Alhamdulillah, hari ini RSWN berusia 35 tahun. Ini momen yang dirayakan bersama seluruh keluarga besar rumah sakit, dari dokter spesialis sampai cleaning service. Semua kami dorong untuk meningkatkan capaian kinerja di 2025 dan bersiap menuju 2026,” ujar Hakam.
Kehadiran Wali Kota, Wakil Wali Kota, jajaran sekda, dan asisten daerah menurutnya memberi suntikan motivasi tersendiri bagi seluruh pegawai.
“Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkreasi dan meningkatkan layanan,” katanya.
Dalam peringatan ulang tahun tersebut, RSWN juga menggelar aksi berbagi. Para pegawai rumah sakit berinisiatif membantu kelompok rentan dengan membiayai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Minimal satu pegawai membantu satu orang dari kelompok rentan. Ini bentuk kepedulian kami,” ujar Hakam.
Program Keluarga Cemara
Ia menjelaskan, program keluarga cemara mencakup tiga kelompok sasaran, yakni balita, ibu hamil, dan remaja. Program ini tidak hanya digelar saat ulang tahun, tetapi akan berjalan rutin.
“Day care itu harian, sementara keluarga cemara atau we care dilaksanakan setiap Sabtu. Untuk keluarga cemara, semua layanan gratis,” jelasnya.
Program tersebut menyasar warga di wilayah Kecamatan Tembalang dengan tujuan menekan angka stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
“Harapannya, kasus stunting turun dan kualitas kesehatan ibu serta anak meningkat. Ini bagian dari kontribusi Kota Semarang menuju Indonesia Emas 2045,” kata Hakam.
Terkait tantangan ke depan, Hakam mengakui persaingan layanan kesehatan di Kota Semarang semakin ketat. Namun ia menilai kehadiran rumah sakit lain bukan sebagai kompetitor, melainkan mitra kolaborasi.
“Kami ingin bersinergi, terutama dengan rumah sakit tipe C di sekitar Tembalang. Kalau ada keterbatasan alat atau SDM, bisa di rujuk ke RSWN,” ujarnya.
RSWN juga tengah mempersiapkan layanan unggulan seperti radioterapi dan penguatan kemoterapi. Layanan tersebut harapannya dapat beroperasi pada 2026 atau 2027 untuk mengurangi antrean panjang pasien.
“Kami ingin layanan masyarakat bisa lebih cepat dan optimal. Target kinerja memang naik sekitar 10 persen setiap tahun. Walaupun belum 100 persen tercapai, kami optimistis dengan sinergi semua pihak, target 2026 bisa terpenuhi,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





