SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Jawa Tengah terdampak bencana banjir bandang, longsor, dan angin ribut dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah objek wisata terpaksa tutup sementara demi keselamatan pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan, data DTW terdampak tersebut masih bersifat sementara dan dapat berkembang seiring pembaruan di lapangan.
BACA JUGA: Banjir Bandang di Kaki Gunung Slamet, Senator Abdul Kholik: Bupati Banyumas Tegas Cabut Izin Tambang
“Ini data bergerak per 25 Januari 2026. Ada beberapa DTW yang terdampak bencana dan sebagian harus ditutup sementara karena faktor keselamatan,” kata Hanung saat beritajateng.tv konfirmasi via WhatsApp, Senin, 26 Januari 2026.
Berdasarkan data dinas terkait, bencana paling banyak berdampak pada kawasan wisata di wilayah selatan dan tengah Jawa Tengah, utamanya akibat banjir bandang dan cuaca ekstrem.
Banjir Bandang Tutup Sejumlah DTW di Kawasan Wisata Guci Tegal
Di Kabupaten Tegal, banjir bandang Sungai Gung menerjang Kawasan Wisata Guci pada Jumat, 24 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur wisata dan memaksa sejumlah DTW tutup sementara.
Hanung menjelaskan, banjir bandang menyebabkan hanyutnya beberapa fasilitas vital di kawasan wisata tersebut.
BACA JUGA: Banjir Bandang Kembali Terjang Area Wisata Guci Tegal, Kini Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari
“Di Guci, banjir bandang mengakibatkan tiga jembatan penyeberangan hanyut dan saluran pipa air hangat ikut terbawa arus,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, sejumlah objek wisata di kawasan Guci tutup sementara, antara lain Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, serta Serwiti Paradise. Meski tidak ada korban jiwa, penutupan tersebu demi mengantisipasi risiko lanjutan.
Lokawisata Baturraden Banyumas Terdampak Banjir Bandang
Tak hanya itu, kata Hanung, banjir bandang juga terjadi di Kabupaten Banyumas, tepatnya di kawasan Lokawisata Baturraden akibat luapan Sungai Kali Pangkon pada Jumat, 24 Januari 2026.
Hanung menyebut, banjir bandang menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik dalam kawasan wisata Baturraden.
“Di Baturraden tidak ada korban jiwa, tapi ada kerusakan infrastruktur sehingga beberapa DTW harus tutup sementara,” kata Hanung.
Adapun DTW yang tutup sementara di kawasan Baturraden meliputi Telaga Sunyi, Curug Bayan, dan Curug Tirta Sela.
Angin Ribut dan Longsor Berdampak pada Wisata di Magelang
Selain banjir bandang, cuaca ekstrem berupa angin ribut dan longsor juga berdampak pada DTW di wilayah Magelang. Di Kota Magelang, angin ribut melanda Gunung Tidar pada Jumat, 24 Januari 2026. Kejadian tersebut menyebabkan dua pohon pinus roboh.
“Di Gunung Tidar, angin ribut menyebabkan dua pohon pinus tumbang, mengakibatkan empat orang luka dan satu orang meninggal dunia,” ujar Hanung.
Saat ini, pengelola memberlakukan sistem buka-tutup kawasan wisata Gunung Tidar, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan hasil pemantauan keselamatan.
Sementara itu, di Kabupaten Magelang, longsor dan angin ribut terjadi di kawasan Air Terjun Kedung Kayang pada hari yang sama.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem hingga Banjir Bandang, Semua Jalur Pendakian Gunung Slamet Tutup Sementara
“Di Kedung Kayang, satu pohon di area spot foto tumbang. Ada tiga korban luka, sehingga spot foto ditutup sementara,” jelas Hanung.
Lebih jauh, Hanung mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memantau informasi cuaca serta pengumuman resmi dari pengelola sebelum berkunjung ke destinasi wisata, khususnya wisata alam.
“Keselamatan pengunjung menjadi prioritas. Kami mengimbau wisatawan tidak memaksakan diri berkunjung ke DTW yang terdampak bencana atau masih tutup sementara,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





