Adapun pembagian distribusi sementara berlaku untuk sejumlah wilayah di Semarang Selatan. Wilayah 1 yang mencakup Jatingaleh, Carikan, Jatiluhur, Jangli Perbalan, Saptamarga, Tamtama, dan Brigif mendapatkan aliran mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Sementara Wilayah 2 yang meliputi Karangrejo Selatan dan Kampung Pentul mendapatkan aliran pada pukul 19.00 hingga 07.00 WIB.
“Pola ini merupakan bagian dari pengoptimalan sistem distribusi agar suplai air tidak berhenti secara bersamaan di seluruh wilayah,” terang Agung.
Sementara itu, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma, mengatakan sumber air saat ini masih memiliki debit dan belum berada dalam kondisi kering. Namun, penurunannya cukup signifikan sehingga membutuhkan pengaturan teknis.
PDAM, kata dia, terus menyesuaikan debit, tekanan, dan pola distribusi di jaringan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi sumber air, termasuk sumber yang terdampak pada aliran Bendungan Kalidoh dari sumber mata air di Kabupaten Semarang,” kata Mayang.
Menurut Mayang, sistem distribusi bergilir tersebut hanya bersifat sementara. PDAM akan mengevaluasi pola distribusi apabila debit sumber kembali meningkat dan kondisinya lebih stabil.
“Prinsip kami adalah mengoptimalkan setiap debit air yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
PDAM juga mengingatkan pelanggan agar tidak menggunakan air secara berlebihan selama kondisi kemarau. Warga di wilayah terdampak disarankan memanfaatkan waktu ketika air mengalir untuk menampung air secukupnya.
“Kami tetap mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan memanfaatkan waktu ketika aliran tersedia untuk melakukan penampungan atau menandon air secukupnya,” tegas Mayang.
Selain mengatur distribusi, PDAM Tirta Moedal menyiapkan bantuan tangki air bagi pelanggan yang terdampak. Bantuan tersebut akan diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Memang kadang bantuan tangki air ini harus menunggu dulu beberapa waktu agar pasokan air bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat seluruhnya,” pungkasnya. (*)





