Jateng

Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Petani Perkuat Keuangan Keluarga dengan Tiga Sumber Penghasilan

×

Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Petani Perkuat Keuangan Keluarga dengan Tiga Sumber Penghasilan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menggelar Temu Tani di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Humas DPRD Jateng)

KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mendorong para petani untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Menurutnya, diversifikasi penghasilan menjadi salah satu langkah penting agar keluarga petani memiliki ketahanan ekonomi sekaligus peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.

Hal itu disampaikan Sumanto saat menggelar Temu Tani di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para petani untuk mulai mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana dengan membangun beberapa sumber penghasilan yang dapat saling menopang.

Sumanto mengatakan, kondisi perekonomian yang terus berkembang membuat masyarakat perlu memiliki strategi dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran. Kebutuhan rumah tangga yang semakin beragam, ditambah tekanan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, menurut dia, menjadi alasan penting bagi keluarga petani untuk tidak hanya mengandalkan hasil dari satu pekerjaan atau komoditas.

BACA JUGA: Keterwakilan Perempuan di DPRD Jateng Baru 19 Persen, Sumanto Dorong Target 30 Persen Terpenuhi di Pileg 2029

“Kalau ingin hidup enak dan lebih sejahtera, jangan hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja. Petani harus mulai berpikir bagaimana membangun beberapa sumber penghasilan yang bisa saling menguatkan,” kata Sumanto.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, setidaknya terdapat tiga sumber pendapatan yang dapat dikembangkan masyarakat, khususnya warga di pedesaan. Ketiganya yakni active income, side income, dan passive income.

Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat berdialog dengan warga Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Humas DPRD Jateng)

Menurut Sumanto, pendapatan utama atau active income tetap menjadi fondasi ekonomi keluarga. Penghasilan tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan pokok rumah tangga, mulai dari makanan, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya dapat terpenuhi.

Namun, ia mengingatkan agar keluarga tidak berhenti pada satu sumber pemasukan. Penghasilan utama, kata dia, perlu diperkuat dengan pendapatan tambahan yang dapat memberikan ruang lebih besar bagi keluarga dalam menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.

Dorong Warga Desa Punya Penghasilan Sampingan

Sumber penghasilan kedua yang dinilai penting adalah side income atau pendapatan sampingan. Sumanto menilai, masyarakat desa memiliki banyak peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai petani. Salah satu peluang yang ia contohkan adalah menjadi perantara atau makelar dalam transaksi jual beli barang.

Aktivitas tersebut, menurutnya, dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan pertemanan, hubungan antarwarga, maupun pengetahuan mengenai barang dan komoditas yang ada di lingkungan sekitar.

BACA JUGA: Sumanto Ajak Anak Muda Manfaatkan Ponsel jadi Sumber Penghasilan Lewat Konten Afiliator

“Jangan merasa bahwa kalau kita petani, penghasilan kita hanya dari sawah. Ada banyak aktivitas ekonomi yang bisa dilakukan di sela pekerjaan utama. Yang penting dikelola dengan baik, dan memberikan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.

Ia menilai, pendapatan sampingan meski nilainya tidak selalu besar tetap memiliki arti penting bagi rumah tangga. Pemasukan harian atau mingguan dari aktivitas ekonomi tambahan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga pendapatan utama tidak seluruhnya habis untuk biaya rumah tangga. Dengan pola tersebut, keluarga petani memiliki ruang lebih besar untuk menyisihkan sebagian pendapatan utama untuk kebutuhan lain, termasuk tabungan maupun pengembangan usaha.

Lahan Kosong Bisa Jadi Sumber Pendapatan

Selain pendapatan utama dan sampingan, Sumanto juga mendorong masyarakat untuk mulai memikirkan sumber pendapatan yang dapat memberikan hasil secara berkala. Ia menyebut pemanfaatan lahan kosong di sekitar rumah sebagai salah satu pilihan yang bisa dikembangkan.

Lahan yang selama ini tidak produktif, sebenarnya dapat memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menanam berbagai jenis sayuran atau mengembangkan peternakan dalam skala rumah tangga.

“Kalau ada lahan kosong di sekitar rumah, jangan dibiarkan begitu saja. Bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau beternak ayam kampung. Tidak harus langsung besar, yang penting dimulai dan dikelola secara konsisten,” kata Sumanto.

Ia mencontohkan budidaya sayuran segar yang dapat menjadi alternatif usaha bagi keluarga petani. Selain memiliki siklus panen yang relatif berkala, komoditas sayuran juga memiliki pasar di lingkungan sekitar, seperti pasar tradisional, warung, pedagang, maupun konsumen rumah tangga.

Begitu pula dengan peternakan ayam kampung. Usaha tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan modal dan ketersediaan lahan. Hasil dari usaha tersebut nantinya dapat menjadi tambahan pemasukan sekaligus modal untuk mengembangkan usaha berikutnya.

BACA JUGA: Sumanto Soroti Minimnya Regenerasi Petani, Ingatkan Bahaya Menjual Sawah Warisan

Menurut Sumanto, pola tersebut dapat menciptakan siklus ekonomi sederhana di tingkat keluarga. Lahan dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas, komoditas dijual, kemudian sebagian keuntungan dapat diputar kembali menjadi modal usaha.

“Komoditas sayuran segar ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran. Sektor peternakan skala kecil juga memiliki prospek bisnis yang cerah, contohnya ternak ayam kampung. Dengan begitu, warga bisa mendapatkan tambahan modal usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Petani Perlu Mulai Mengatur Keuangan

Sumanto menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan bukan semata-mata persoalan seberapa besar penghasilan yang diperoleh. Menurutnya, kemampuan mengelola pendapatan juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Ia mengajak para petani untuk mulai memisahkan antara pendapatan untuk kebutuhan pokok, pendapatan tambahan, serta hasil usaha yang dapat dikembangkan kembali. Dengan perencanaan tersebut, setiap pemasukan diharapkan memiliki fungsi yang jelas.

Terlebih, kehidupan ekonomi rumah tangga petani sangat dipengaruhi oleh kondisi produksi dan harga komoditas. Ketika hasil panen atau harga komoditas mengalami penurunan, keluarga yang hanya memiliki satu sumber penghasilan akan lebih rentan mengalami tekanan ekonomi. Karena itu, memiliki beberapa sumber pendapatan dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis pekerjaan atau komoditas.

“Jadi kalau mau sejahtera harus punya active income, side income, dan passive income. Pendapatan utama untuk menopang kebutuhan keluarga, pendapatan sampingan untuk memperkuat keuangan harian, dan aset atau usaha produktif untuk menjadi sumber pemasukan berkelanjutan,” kata Sumanto.

Ia berharap, gagasan tersebut dapat mendorong masyarakat pedesaan untuk lebih berani melihat peluang ekonomi di lingkungan masing-masing. Tidak harus dimulai dengan usaha besar, tetapi dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kemampuan modal, lahan, tenaga, dan jaringan yang dimiliki.

Menurutnya, petani memiliki modal penting berupa lahan, pengalaman, serta pengetahuan mengenai berbagai aktivitas ekonomi di lingkungan pedesaan. Jika potensi tersebut dikelola secara terencana dan konsisten, peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga akan semakin terbuka.

Sumanto pun mengingatkan agar tambahan penghasilan tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi. Sebagian keuntungan, sebaiknya disisihkan untuk tabungan atau diputar kembali sebagai modal usaha. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp