SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Demokrat menargetkan peningkatan perolehan kursi di Jawa Tengah pada Pemilu 2029 mendatang. Target tersebut disiapkan seiring upaya konsolidasi internal partai yang kini mulai digencarkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) di berbagai wilayah.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk kembali meningkatkan perolehan kursi, mengingat partainya pernah meraih capaian tinggi pada pemilu sebelumnya.
“Di Jawa Tengah ini kan pernah kami mendapat 14 kursi DPR RI pada 2009. Kemudian turun ke empat kursi, naik ke lima kursi dan tetap di lima kursi. Pasti kami juga punya spirit dan semangat untuk bisa menaikkan kursi kembali,” ujarnya usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 DPD Partai Demokrat Jawa Tengah di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jumat, 17 April 2026 malam.
Menurut Herman, dinamika perolehan kursi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi partai untuk menyusun strategi ke depan, khususnya dalam menghadapi kontestasi politik 2029 yang dinilai tidak akan mudah.
Target Kursi Sudah Dihitung, Akan Diumumkan pada Momentum Khusus
Herman mengungkap, pihaknya telah melakukan perhitungan internal terkait potensi peningkatan kursi di Jawa Tengah. Bahkan, komunikasi dengan pengurus daerah juga telah terlaksana sebelum Musda berlangsung.
“Kami juga telah menghitung berapa sesungguhnya kekuatan kita untuk bisa menaikkan kursi, dan itu sudah menjadi target-target. Tapi nanti saja diumumkan pada momentum penting,” jelas Herman.
Ia menyebut, target tersebut rencananya akan disampaikan secara resmi setelah proses pembentukan kepengurusan baru di daerah maupun dalam forum nasional partai.
“Misalkan setelah pelantikan kepengurusan yang baru atau pada saat rapat kerja nasional. Nanti masing-masing daerah juga akan mengumumkan targetnya,” imbuh Herman.
BACA JUGA: Gelombang Protes Lahirkan Tuntutan 17+8, Abigail Serukan Reformasi Demokratis
Kendati belum mengungkap angka pasti, Herman menegaskan bahwa peningkatan suara dan kursi menjadi prioritas utama Demokrat dalam menghadapi pemilu mendatang.
“Yang pasti kami akan menaikkan suara dan menaikkan kursi. Tapi kontestasi ke depan tidak makin mudah, sehingga kita harus punya strategi dan cara yang tepat,” tegasnya.
Herman Tekankan Penguatan Struktur hingga Akar Rumput
Untuk mencapai target tersebut, Herman menekankan pentingnya penguatan organisasi partai hingga ke tingkat paling bawah, termasuk anak ranting.
Ia menyebut, kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi dasar utama dalam membangun kekuatan partai.
“Ada AD/ART yang menjadi kewajiban bagi siapapun untuk dijalankan. Oleh karenanya kewajiban utama adalah membangun struktur sampai tingkat anak ranting dan bekerja sejak sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jaringan partai hingga ke level paling bawah akan mempermudah partai dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
“Kalau jaringannya sampai ke tingkat RW, sentuhannya akan lebih mudah. Memang sederhana, tapi ini yang nanti bisa teman-teman lakukan di kepengurusan daerah,” jelas Herman.
Ia menambahkan, kerja-kerja politik harus mulai sejak dini agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran partai dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga betul-betul rakyat merasakan kehadiran Partai Demokrat, bahwa Demokrat itu positif untuk kehidupan mereka,” lanjutnya.
Tak cuma penguatan struktur, Herman menegaskan peran Partai Demokrat sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya hadir dalam kontestasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Kehadiran partai politik adalah untuk menjadi solusi. Kalau yang membuat masalah mah sudah banyak, tapi bagaimana kita bisa melahirkan solusi,” katanya.
Ia menyebut berbagai sektor yang menjadi perhatian partainya, mulai dari buruh, guru, petani hingga nelayan.
“Kalau ada persoalan dengan buruh, dengan guru, dengan petani, dengan nelayan, tentu kami akan membantu sepenuh hati. Karena tujuan kami adalah untuk mensejahterakan rakyat dan berbuat yang terbaik bagi rakyat,” tegasnya.
Musda di Jateng jadi Awal Konsolidasi Nasional Demokrat
Lebih jauh, Herman menjelaskan Musda Jawa Tengah menjadi titik awal konsolidasi Partai Demokrat di tingkat nasional. Ia menyebut, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama dari rangkaian pelaksanaan Musda di seluruh Indonesia.
“Hari ini merupakan ajang lima tahunan yang diatur dalam AD/ART partai. Ini musyawarah daerah pertama dari 38 provinsi di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Melalui Musda tersebut, lanjut Herman, partai akan memilih kepemimpinan baru di tingkat provinsi yang nantinya akan melanjutkan proses konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Musda ini akan memilih ketua DPD, kemudian menyusun kepengurusan, dan berlanjut dengan musyawarah cabang di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.
BACA JUGA: Rekomendasi DPP Demokrat Turun, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso Bakal Berpasangan di Pilwalkot Semarang
Ia menegaskan, Musda bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan menyusun strategi menghadapi kontestasi politik ke depan.
“Ini bukan hanya seremonial, tapi ajang persatuan, menyatukan visi misi, dan bagaimana kita memperjuangkannya untuk merebut kemenangan pada 2029,” tandas Herman. (*)
Editor: Farah Nazila




