“Sarprasnya memang belum lengkap, reel pembatas samping harus ditutup kaca untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” bebernya.
Targetnya lanjut Wing, jembatan kaca bisa beroperasional tahun ini mininal semester kedua. Dalam kajian, kata dia, juga membahas alur naik turun pengunjung, apalagi saat ini jembatan masih dibangun satu sisi, sehingga butuh mengatur akses dan jumlah pengunjung yang naik dalam satu waktu.
“Ini kan baru satu sisi, nah kita ajukan ke DPU, untuk melanjutkan sisi sebelah barat. Karena idealnya harus nyambung, naik dan turunnya berbeda, nah masalah ini juga masuk dalam kajian,” pungkas dia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





