Pendidikan

Dialog Santri di Ponpes Al-Fadhilah Semarang, Andy Budiman Ajak Berkarya Lewat Tulisan

×

Dialog Santri di Ponpes Al-Fadhilah Semarang, Andy Budiman Ajak Berkarya Lewat Tulisan

Sebarkan artikel ini
Ponpes Al-Fadhilah Semarang
Suasana Orientasi Mahasiswa baru 2023 di Ponpes Al-Fadhilah Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang pada Selasa malam 19 September 2023.

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman mengajak para santri di Ponpes Al-Fadhilah Semarang untuk berkarya lewat tulisan.

Banyak sekali tokoh-tokoh besar di dunia yang namanya abadi lewat tulisan. Sebut saja Karl Marx, Hegel, Pramoedya Ananta Toer, Tan Malaka, hingga Imam Al-Ghazali dan masih banyak lagi.

Kenangan untuk mereka, bukan hanya karena dari karya tulisnya. Mereka bahkan mampu merubah peradaban dunia hingga menjadi seperti sekarang ini.

Imam As-Syafi’i, yang merupakan tokoh penting dalam pembentukan ilmu Ushulul Fiqh pernah memberi satu pernyataan menohok kepada muridnya. “Jika kamu bukan anak raja, menulislah”.

Pernyataan itu ia sampaikan karena hanya dengan menulis. Orang biasa yang bukan siapa-siapa akan di kenang selamanya di dalam sejarah. Murid Imam Syafi’I yang memang sebagian besar berasal dari kalangan rakyat jelata dan budak. Untuk menulis agar nama mereka tidak tenggelam ditelan arus sejarah.

Akhirnya muncullah murid-murid Imam Syafi’I yang punya andil besar dalam membangun peradaban umat Islam. Contoh saja Al Muzanniy, Al Buyuthiy, Ar Robi’ bin Sulaiman Al Marodiy, Al-Za’faroniy, dan Al-Karobisiy.

Diskursus tersebut tersaji dalam Orientasi Mahasiswa baru 2023 di Ponpes Al-Fadhilah. Yang berlokasi di Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang pada Selasa malam 19 September 2023.

Dalam orientasi tersebut, hadir sebagai pemateri Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman. Ia  juga merupakan calon legislatif DPR RI daerah Pemilihan Jateng I (Semarang, kab Semarang, Salatiga, dan Kendal).

Andy Budiman yang berlatar belakang jurnalis berpengalaman internasional. Dan memberi pembekalan kepada para santri agar terus menulis dan berkarya walaupun memiliki kesibukan sebagai mahasiswa.

Dialog Santri di Ponpes Al-Fadhilah

Menurut Andy, lingkungan pondok pesantren yang memang di peruntukan bagi pembelajar, adalah tempat yang pas untuk menempa kemampuan menulis dan berpikir.

“Ya seperti yang dibilang Imam Syafi’I. Kita itu kalau nggak punya jabatan dan bukan orang kaya ya Cuma menulis jalan satu-satunya agar nama kita tak lekang waktu,” ujar Andy.

Andy yang pernah menjadi redaktur kantor berita di Jerman, Deutch Welle menyampaikan pengalamannya. Karena kesibukannya menulis mampu mengantarkan ia yang lahir dari desa terpencil di Lampung menjadi jurnalis internasional di Jerman.

“Saya sendiri sejak dulu kesibukannya menulis dan membuat berita, akhirnya mengantarkan saya sampai jadi seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Teddy Kholiluddin dalam materinya memaparkan dengan tulisan ia mampu mengungkap berbagai persoalan di masyarakat. Terkhusus mengenai dinamika kerukunan antar umat beragama.

Pria yang saat ini mejadi pembina Lembaga Sosial Agama (eLSA) Semarang menyampaikan bahwa tulisannya yang dimanifestasikan dalam bentuk peneilitian. Saat ini menjadi rujukan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai kasus tindakan intoleransi.

“Di saat teriakan kita mengenai berbagai permasalahan sosial. Tulisan bisa menjadi alternatif menyampaikan pendapat dan lebih besar kemungkinannya di dengar oleh pemangku kebijakan,” tandas Dosen Sosiologi di Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.

Di akhir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhilah, KH Iman Fadhilah mengucapkan terimakasih kepada para pemateri yang telah memberikan nasehat kepada para santrinya. Iman Fadilah juga meyakinkan para santrinya agar terus belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis.

“Tentunya menulis adalah sebuah sarana untuk menuangkan pemikiran dan pendapat agar tersebar luas di masyarakat. Jadi ingin mereka mendengar pemikiran kita oleh masyarakat luas, jangan berhenti menulis,” tutupnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp