Peristiwa

Diduga Terpeleset ke Drainase, Balita di Mranggen Demak Tewas Tenggelam, Hanyut Hingga 1,5 Km

×

Diduga Terpeleset ke Drainase, Balita di Mranggen Demak Tewas Tenggelam, Hanyut Hingga 1,5 Km

Sebarkan artikel ini
Konten Kreator Demak Meninggal | Sungai Lak | Mahasiswa UIN Walisongo | Jembatan Jurug | balita mranggen | RSJD Solo | Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Foto: Pexels/Pixabay)

DEMAK, beritajateng.tv – Seorang balita ditemukan meninggal setelah terjatuh ke saluran air dekat rumahnya di Desa Kalitengah, Mranggen, Demak. MWN (4) hanyut sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Babinsa Kalitengah Kodim 0716/Demak, Sertu Somyani, menjelaskan bahwa korban warga laporkan terseret arus pada pukul 09.46 WIB. Balita laki-laki tersebut merupakan putra dari Ngarifin (35), warga Desa Kalitengah RT 6 RW 1, Mranggen.

BACA JUGA: Video Gudang Kayu Mranggen Terbakar, Kerugian Tembus Rp2 Miliar

“Peristiwa ini terjadi di saluran air penghubung antara Desa Kangkung dan Desa Kalitengah,” ujar Somyani dalam keterangan resminya pada Selasa, 4 Maret 2025.

Ia menambahkan bahwa saluran air tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan lebar 1 meter. Arus air yang cukup deras membuat korban terseret sejauh 1,5 kilometer dari lokasi awal.

BACA JUGA: Pastikan Layak Konsumsi Jelang Lebaran, Polsek Mranggen Sidak Toko Makanan

“Korban masih berusia balita sehingga tidak memiliki kemampuan berenang. Arus air yang kuat menyebabkan korban terseret cukup jauh,” lanjutnya.

Sementara itu, Relawan BPBD Demak, Suprapto, mengungkapkan bahwa sebelum terseret arus, korban terlihat bermain air di pinggir saluran drainase dekat rumahnya sekitar pukul 09.46 WIB. Korban menurut dugaan terpeleset hingga akhirnya terbawa arus.

BACA JUGA: TPA Galian C Mranggen-Semarang 4 Hari Terbakar Hingga Kini, Asap Tebal Masuk Permukiman Warga

“Korban kami temukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 13.30 WIB setelah proses pencarian intensif,” terang Suprapto dalam keterangannya.

Upaya evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar, petugas BPBD, serta Babinsa setempat. Pencarian berlangsung selama sekitar empat jam dengan bantuan alat berat ekskavator guna mempercepat proses penyisiran area pencarian. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp