Ia mengapresiasi bantuan Riyanta dan tim GJL yang menurutnya mendampingi korban tanpa meminta biaya.
“Pak Riyanta respons sampai detik ini berjalan. Bahkan membantu dari segi moral supaya mental anak saya jangan sampai terganggu,” ujar H.
Ayah Korban Beberkan Peran Ashari sebagai Pendiri dan Pengasuh Pondok
Dalam kesempatan H mengatakan, Ashari memiliki posisi penting lingkungan pondok pesantren tersebut.
“Pelaku itu sebagai pendiri, pengasuh pondok, sekaligus yayasan,” katanya.
Ia juga mengaku tetap memilih melanjutkan perjuangan hukum meski masih ada ancaman maupun tekanan.
“Kalaupun ada teror ataupun ancaman, saya enggak hiraukan. Saya rasa yang saya lakukan ini demi perjuangan, demi kebenaran, demi membuat keadilan,” tegas H.
BACA JUGA: PWNU Jateng Tegaskan Pelaku Pencabulan Ponpes Pati Bukan Kiai NU, Gus Rozin: Dia Tabib Dukun
Menurut pengakuannya, sekitar delapan korban atau lebih sempat muncul dari hasil penelusuran yang ia lakukan kepada teman-teman anaknya.
“Waktu itu ada delapan atau lebih,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





