DEMAK, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kabupaten Demak terus mengintensifkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui strategi jemput bola. Tahun 2026 ini, program tersebut 𝖽iperluas dengan menyasar pekerja di 187 perusahaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Demak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun, mengatakan jumlah perusahaan yang menjadi sasaran tahun ini meningkat signifikan 𝖽ibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup 35 perusahaan.
“Tahun lalu kami juga menyasar karyawan perusahaan, tetapi jumlahnya hanya 35 perusahaan. Tahun ini meningkat menjadi 187 perusahaan,” ujarnya di Demak, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Ali, jumlah pekerja di setiap perusahaan bervariasi, mulai dari ratusan hingga ribuan orang. Karena itu, pelaksanaan layanan CKG akan 𝖽ijadwalkan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas perusahaan.
BACA JUGA: Cegah Kebutaan, Kemenkes Tambah Skrining Katarak dalam Cek Kesehatan Gratis
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Demak melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas yang berada di sekitar lokasi perusahaan sasaran.
“Kami masih berkoordinasi dengan asosiasi perusahaan terkait penyusunan jadwal pelayanan agar seluruh pekerja dapat terlayani dengan baik hingga akhir tahun,” katanya.
Dinas Kesehatan Demak menargetkan seluruh perusahaan sasaran dapat memperoleh layanan CKG sebelum Desember 2026. Surat pemberitahuan terkait jadwal pelayanan juga telah 𝖽ikirimkan kepada masing-masing perusahaan.
Selain menyasar pekerja, program CKG juga terus 𝖽ilakukan kepada masyarakat umum melalui berbagai kegiatan di desa-desa. Bahkan, layanan kesehatan jemput bola turut hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk saat hajatan warga.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat sehingga tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Ali.
Cek Kesehatan Gratis di Demak Juga Sasar Lingkungan Pemerintahan
Program tersebut juga menyasar lingkungan pemerintahan dengan mendatangi organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, serta jajaran TNI dan Polri.
Ali menjelaskan, pelayanan CKG 𝖽ilakukan secara terpadu oleh tim kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, skrining kesehatan, pengecekan kadar gula darah, hingga pemeriksaan mata, telinga, hidung, dan rambut.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Dinas Kesehatan Demak juga melibatkan kader kesehatan yang tersebar di 243 desa. Para kader berperan melakukan edukasi, pendataan, serta mengajak masyarakat mengikuti program CKG.
Sosialisasi program 𝖽ilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung maupun 𝖽igital, seperti penyuluhan, pemasangan spanduk, media sosial, hingga pengumuman di tingkat desa.
BACA JUGA: Minta Perusahaan Cek Kesehatan Gratis Tiap Tahun, Menkes: Karyawan Sehat, Keuangannya Juga Sehat
Dinas Kesehatan Demak juga terus memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan, terutama puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan, mulai dari tenaga kesehatan, peralatan medis, hingga sistem pencatatan dan pelaporan.
Ali mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Hingga 9 Juni 2026, tercatat sebanyak 335.904 warga Kabupaten Demak telah mengikuti layanan CKG.
Jumlah tersebut setara dengan 26,30 persen dari total penduduk Kabupaten Demak yang mencapai 1.277.257 jiwa dan tersebar di 14 kecamatan, yakni Demak, Bonang, Dempet, Gajah, Guntur, Karanganyar, Karangawen, Karangtengah, Kebonagung, Mijen, Mranggen, Sayung, Wedung, dan Wonosalam. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





