SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi mengungkap temuan penting dalam penyelidikan kasus kematian satu keluarga di Tenda Glamping Safari Nomor 3 Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung.
Selain memastikan keempat korban meninggal akibat keracunan karbon monoksida, penyidik juga menemukan fakta bahwa tungku penghangat yang pengelola sediakan ternyata sempat korban gunakan untuk membakar pisang sebelum peristiwa maut tersebut terjadi.
Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini, mengatakan temuan itu terungkap dari pemeriksaan telepon seluler milik korban yang menjadi salah satu alat bukti dalam penyelidikan.
“Dalam foto-foto korban di handphone korban 𝖽idapati korban menggunakan ini untuk membakar pisang. Ada pisang yang 𝖽iletakkan di atas tungku, jadi kemungkinan 𝖽igunakan untuk membuat pisang bakar,” ujar Zamrul dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 15 Juni 2026 sore.
Zamrul menuturkan, tungku tersebut sebenarnya bukan fasilitas untuk memasak ataupun barbeque. Pengelola menyediakan tungku dan briket sebagai penghangat udara 𝖽ingin khas kawasan pegunungan Posong.
“Kalau tungku ini untuk penghangat. Tungku ini 𝖽isediakan oleh pengelola sebagai fasilitas penghangat,” jelasnya.
Tungku berbahan tanah liat tersebut menggunakan bahan bakar briket arang kayu. Setiap penyewa glamping memperoleh satu tungku beserta satu kantong briket sebagai fasilitas standar selama menginap. Ia menambahkan, fasilitas serupa juga 𝖽iterima pengunjung glamping lainnya.
“Kalau ini [tungku bahannya dari] tanah liat, kalau briket ini dari arang kayu. Iya, pengunjung lain dapat. Kita sudah periksa juga pengunjung yang lain, sama,” ujar Zamrul.
Polisi Dapati Tungku Berada di Dalam Tenda Glamping Temanggung Saat Korban Ditemukan Tewas
Dalam penyelidikan yang berlangsung hampir tiga pekan, polisi juga menemukan fakta bahwa posisi tungku berada di dalam tenda saat empat korban 𝖽itemukan meninggal dunia.





