“Kami minta sekolah kooordinasi dengan psikolog, akhirnya Jumat tanggal 4 Oktober ada screening. Kumpulkan anak-anak, psikolog tanyai satu per satu apakah ada trauma. Kegiatan screening berlanjut, gak hanya pada tanggal 4 saja,” aku Kustri.
Lebih lanjut, Kustri pun memastikan SS tak melakukan kontak fisik pada keenambelas siswi tersebut.
“Kami memastikan bahwa kemarin saya tanya betul, guru itu tidak ada pernah membuat sentuhan apa pun. Menyentuh anaknya sama sekali tidak,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





