Hukum & Kriminal

Diteror Suara Tangis dan Penampakan, Warga Demak Desak Polisi Ungkap Kasus Kematian Wanita 60 Tahun

×

Diteror Suara Tangis dan Penampakan, Warga Demak Desak Polisi Ungkap Kasus Kematian Wanita 60 Tahun

Sebarkan artikel ini
Botosengon Demak
Penemuan mayat wanita (60) korban diduga pembunuhan di rumahnya sendiri di Desa Botosengon, Dempet, Demak. (Adher/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Puluhan warga Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, menggeruduk kantor polisi pada Selasa, 10 Desember 2024 siang.

Mereka mendesak polisi segera mengungkap kasus dugaan pembunuhan Hajah Rukmini, seorang wanita berusia 60 tahun, yang ditemukan tewas di rumahnya sendiri pada 3 Oktober 2024 lalu.

Desakan ini muncul karena warga merasa terganggu oleh kejadian-kejadian misterius di sekitar rumah korban, seperti suara tangisan dan penampakan sosok yang diduga arwah korban.

Sebelumnya, penemuan korban itu dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya terbungkus kain selimut, dengan luka penuh darah, tergeletak di lantai rumahnya.

BACA JUGA: Musim Hujan, DBD di Demak Tembus 293 Kasus, 3 Meninggal Dunia

Penemuan ini bermula dari bau tak sedap yang tercium oleh warga setelah korban tak terlihat selama tiga hari. Rasa curiga mendorong warga untuk memeriksa rumah korban, yang ternyata kosong tanpa penghuni.

Menurut keterangan Kapolsek Dempet, AKP Ririk Solekul Hadi, penyelidikan kasus ini mengalami kendala besar.

“Korban hidup sendiri dan tidak memiliki saksi langsung,” ujar AKP Ririk.

Selain itu, barang bukti seperti ponsel korban yang hilang dan kamera pengawas di sekitar lokasi belum memberikan petunjuk yang jelas. Hingga kini, pelaku pembunuhan masih dalam pengejaran.

BACA JUGA: Video Menang Pilkada Demak, Eistianah Sungkem ke Ibu dan Suami

Tetangga korban, Diki Yusmito, menyampaikan harapan besar warga agar polisi segera menemukan pelaku.

“Kematian korban ini dugaannya berkaitan dengan transaksi jual-beli tanah bernilai ratusan juta rupiah yang korban lakukan sebelum meninggal,” tutur Diki.

Menurutnya, hal itulah yang semakin memperkuat dugaan bahwa korban tewas akibat motif tertentu.

Di lain sisi, warga Desa Botosengon, Demak, ini merasa terganggu oleh teror yang muncul sejak penemuan jenazah korban. Mereka berharap agar kasus ini segera terungkap untuk mengakhiri rasa takut yang melanda desa mereka.

Upaya penyelidikan yang lebih intensif harapannya dapat membongkar misteri kasus ini serta menangkap pelaku kejahatan tersebut. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp