Ekbis

DPRD Jateng: UMKM Pendongkrak Utama Ekonomi dari Bawah

×

DPRD Jateng: UMKM Pendongkrak Utama Ekonomi dari Bawah

Sebarkan artikel ini
UMKM Jateng
Para narasumber dialog Aspirasi Jateng, UMKM dan Kesejahteraan Masyarakat di Studio TATV Solo, Selasa malam 25 Juli 2023. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

SOLO, beritajateng.tv – Keberadaan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) menopang pertumbuhan ekonomi Jateng. Meski sempat terhantam badai Covid-19, namun UMKM di Jateng berhasil pulih dengan baik.

Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sarno mengungkapkan hal tersebut saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Jateng, UMKM dan Kesejahteraan Masyarakat di Studio TATV Solo, Selasa malam 25 Juli 2023.

“Dengan adanya UMKM, perekonomian Jateng dan nasional bisa tumbuh dengan pesat. Kami selaku Komisi B mengakui betul, UMKM itu pendongkrak utama ekonomi kita dari bawah,” ucap legislator asal PDI Perjuangan tersebut.

BACA JUGA: Kunjungi UMKM Bordir Kudus dan Galeri Dian Pelangi, Puan Tekankan Promosi Wastra Nusantara

Sarno mengungkapkan, saat melakukan kunjungan rutin ke daerah pemilihan (dapil) pun ia mengaku telah terjadi peningkatan ekonomi lewat UMKM yang ada.

“Kami bangga sekali dengan keberadaan UMKM yang lebih baik. Perekonomian kita sudah tumbuh dengan baik. Ini saya lihat dari banyak yang jualan dan banyak juga yang beli. Kami pun selalu mendorong bagaimana UMKM Jateng segera pulih kembali, sehingga masyarakat Jateng ini sejahtera kembali,” terangnya dalam acara yang dipandu Host Nurkholis dan Co Host Okfied Sosendar tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Eddy Sulistiyo Bramiyanto mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan langsung kepada UMKM.

“Menjaga daya produksi UMKM. Beberapa waktu lalu kita support UMKM di kuliner. Kita beri bantuan gratis seperti tepung terigu, telur, minyak goreng, dan Alhamdullilah berkembang dengan baik,” papar Eddy.

UMKM Jateng omsetnya capai Rp 65 triliun

Menurutnya, pandemi Covid-19 turut menjadi turning point bangkitnya UMKM Jateng. Ia menyebut, pertumbuhan omset dari tahun 2018 hingga 2022 cukup luar biasa. Pada tahun 2018, omset UMKM se-Jateng mencapai Rp 55 triliun. Namun, angka ini meningkat fantastis hingga Rp 69 triliun pada tahun 2022.

“Kami masih ingat waktu Covid-19 itu, waktu saya ditugaskan di Biro Perekonomian, UMKM betul-betul terdampak. Karena effort bersama-sama dengan dewan dan supporting masyarakat, UMKM kita memberikan kontribusi hampir 12 persen pada PDRB,” tutur Eddy.

BACA JUGA: Cerita UMKM Wonogiri Raih Omset Rp 200 Juta per Bulan, Kembangkan Roti Gaplek jadi Cemilan Gluten Free

Tak hanya memengaruhi PDRB, angka inflasi pun turut meningkat akibat UMKM. Menurut Eddy, Jateng tak pernah tembus angka inflasi hingga 2 persen pada tahun 2021.

“Saat kami inflasi tahun 2021, tidak pernah tembus angka 2 persen, paling tinggi 1,8 persen sampai 1,9 persen. Kemudian setelah tahun 2022 ini mulai inflasinya agak naik. Support inflasi ini malah kue kering. Saya malah senang, berarti ini bergerak UMKM di sektor itu,” pungkasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp