Politik

DPW PPP Jawa Tengah Dukung Gus Yasin Maju Sebagai Ketua Umum: Kita Harus Back to Pesantren

×

DPW PPP Jawa Tengah Dukung Gus Yasin Maju Sebagai Ketua Umum: Kita Harus Back to Pesantren

Sebarkan artikel ini
wagub jateng taj yasin // pppk
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, saat beritajateng.tv jumpai di Kantor Pos Kota Lama, Senin, 10 Maret 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah resmi mendukung penuh Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PPP dalam Muktamar ke-10 pascalebaran mendatang.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, menegaskan bahwa Gus Yasin merupakan sosok paling layak untuk memimpin PPP ke depan.

Sesuai dengan semangat “back to pesantren,” Gus Yasin dinilai tepat menjadi pemimpin karena memiliki latar belakang kuat di dunia pesantren.

BACA JUGA: Gelar FGD Pemenangan, PPP Jateng Yakini Ganjar-Mahfud Peroleh Suara Lebih dari 60 Persen Pemilih

Sebagai putra K.H. Maimoen Zubaer, Gus Yasin tumbuh dan berkembang di lingkungan Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Hal itu menjadi modal penting untuk mengembalikan PPP ke akar perjuangan awalnya, yakni berbasis pesantren.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan dalam acara buka bersama yang berlangsung di Ponpes Fadhlul Fadhlan, Mijen, Semarang, belum lama ini. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh PPP, para kyai, serta pengurus DPW dan DPC se-Jawa Tengah.

“Kenapa Gus Yasin? Ya karena kita harus back to pesantren. Selain itu, beliau putra Mbah Maimoen Zubaer, Kyai sepuh yang pernah membesarkan PPP. Gus Yasin figur yang paling layak memimpin PPP ke depan,” kata Masruhan.

DPW PPP Jawa Tengah pengusul pertama Gus Yasin sebagai calon ketua umum

Masruhan menegaskan bahwa DPW PPP Jawa Tengah bukan hanya sekadar mendukung, melainkan menjadi pihak pertama yang mengusulkan nama Gus Yasin sebagai Calon Ketua Umum.

“Jadi kami ini tidak sekadar mendukung, tetapi yang mengambil inisiatif mengusulkan pertama. Karena kalau mendukung berarti usulan dari orang lain. Tetapi kami yang mengusulkan, PPP yang mengambil miqot (start awal) mengusung Gus Yasin. Berangkat dari sinilah kami akan mengantar Gus Yasin menjadi Ketua Umum,” ucapnya optimis.

Langkah berikutnya, DPW PPP Jawa Tengah akan membawa usulan ini ke Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil). Forum tersebut akan menjadi wadah resmi untuk mengusung nama Gus Yasin sebagai kandidat utama Ketua Umum PPP.

BACA JUGA: Jelang Muktamar Selepas Lebaran 2025, Gus Yasin Didukung Tokoh PPP Jawa Tengah Jadi Ketua Umum

Terkait jadwal Muktamar, DPW PPP Jawa Tengah masih menunggu keputusan resmi dari DPP. Jika benar berlangsung pada April mendatang, maka DPW akan segera menggelar rapat wilayah guna memperkuat dukungan.

Namun, jika Muktamar mundur hingga akhir tahun, maka masih ada waktu untuk persiapan lebih matang.

“Kalau menurut saya ya secepatnya saja, Muktamar sesuai aturan mekanisme organisasi. Yakni setelah Rapimnas yang diikuti semua DPW se-Indonesia, forum waktu itu menyerahkan kepada DPP untuk merumuskan kapan jadwalnya. Tetapi sampai detik ini DPP sendiri belum menentukan jadwal,” jelas Masruhan.

Perlu perubahan kepemimpinan di PPP

Masruhan juga menegaskan bahwa sangat perlu adanya perubahan kepemimpinan di PPP guna memperbaiki kondisi partai.

Menurutnya, kegagalan PPP dalam Pemilu 2024 menjadi tanggung jawab Ketua Umum saat ini, sehingga butuh figur baru yang memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan kuat.

Gus Yasin sendiri mengisyaratkan kesiapannya jika memang beroleh amanah untuk memimpin PPP.

“Saya belum bisa mengatakan maju atau tidak ya, tetapi sebagai kader siap diajak menolong partai PPP supaya maju. Ke depan PPP harus kembali ke pesantren. Kita harus merangkul kembali para kyai, para kader, para pengurus PPP untuk bersatu membesarkan partai,” ungkapnya.

BACA JUGA: Gus Yasin soal Polemik PPPK Guru di Jateng: Bukan Urusan Kami, Itu di Pusat

Menurut Gus Yasin, saat ini PPP tengah menghadapi masa sulit, tetapi harus tetap solid untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Saat ini, menurut istilah Mbah Moen, PPP sedang tirakat, tidak masuk parlemen. Tetapi harus tetap kompak dan solid menyongsong pemilu 2029,” tambahnya.

Ia meyakini bahwa kebangkitan PPP bisa terjadi dengan kembali kepada pesantren sebagai basis utama perjuangan politik partai tersebut. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp