Peristiwa

Dramatis, Basarnas Evakuasi Ibu 55 Tahun yang Jatuh ke Sumur di Jepara

×

Dramatis, Basarnas Evakuasi Ibu 55 Tahun yang Jatuh ke Sumur di Jepara

Sebarkan artikel ini
Dramatis, Basarnas Evakuasi Ibu 55 Tahun yang Jatuh ke Sumur di Jepara
Proses evakuasi ibu terjatuh kedalam sumur di Jepara. (Doc. Basarnas)

JEPARA, beritajateng.tv – Suasana subuh di Desa Petekehan Kidul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, mendadak panik pada Kamis, 19 Februari 2026.

Seorang ibu bernama Biyanti, 55 tahun, jatuh ke dalam sumur sedalam kurang lebih 15 meter saat hendak mengambil air.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Biyanti hendak ke kamar mandi dan membutuhkan air.

Ia berjalan menuju sumur yang berada di samping rumahnya. Namun lantai yang licin serta bibir sumur yang hanya setinggi sekitar 30 sentimeter membuatnya kehilangan keseimbangan.

Afif, tetangga korban, mengatakan kejadian itu berlangsung sangat cepat. “Ibu Biyanti mau ambil air, mungkin karena lantainya licin dan pembatas sumurnya rendah, beliau terpeleset dan langsung jatuh ke dalam,” ujarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke petugas. Laporan yang masuk Kantor SAR Semarang menjelang pagi dan langsung pihaknya tindak lanjuti dengan mengerahkan satu tim dari Pos SAR Jepara.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima informasi seorang ibu jatuh ke sumur.

“Kami menerima laporan Kamis menjelang pagi dan langsung mengerahkan satu tim dari Pos SAR Jepara dengan peralatan HART lengkap untuk melakukan pertolongan,” jelasnya.

Tim SAR berangkat pukul 05.20 WIB dan setibanya di lokasi langsung melakukan asesmen. Dengan diameter sumur sekitar satu meter dan kedalaman mencapai 15 meter, proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Petugas menerapkan teknik vertical rescue untuk menjangkau korban di dasar sumur.

BACA JUGA: Insiden Maut di Jalan Pantura Semarang-Kendal, Basarnas Evakuasi Korban Terjepit

Beruntung, kedalaman air di dalam sumur hanya setinggi dada orang dewasa sehingga korban tidak tenggelam. Meski berada di dalam sumur cukup lama, Biyanti tetap sadar saat tim penyelamat turun.

“Alhamdulillah, air di dalam sumur hanya sebatas dada, jadi korban tidak sampai tenggelam. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dan korban berhasil kami angkat dalam keadaan selamat,” kata Budiono.

Korban hanya mengalami luka lecet akibat gesekan dinding sumur. Setelah berhasil di evakuasi, tim langsung membawa Biyanti ke RS Kartini Jepara untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya di sekitar rumah. Terutama sumur dengan pembatas rendah dan lantai yang licin.

Budiono juga mengimbau masyarakat segera melapor jika terjadi kondisi darurat agar proses penyelamatan dapat berjalan secepat mungkin.

“Kami mengapresiasi warga yang cepat melapor sehingga korban bisa segera kami tangani. Respons cepat sangat menentukan keselamatan,” pungkasnya.

Kini, kondisi Biyanti berdasarkan laporan telah stabil dan masih dalam observasi tim medis. Kejadian subuh itu menyisakan pelajaran penting tentang kewaspadaan dan pentingnya sistem pengaman di sekitar sumur rumah tangga. (*)

Editor: Elly Amalia

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp