SEMARANG, beritajateng.tv – Kematian dua anjing peliharaan warga Kelurahan Wonopolo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menyisakan tanda tanya. Pasalnya, Black dan Roket ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga menjadi korban kekerasan serta keracunan.
Sang pemilik, George Yosua Wabiser (33), menduga kematian dua anjing berusia sekitar empat bulan tersebut berkaitan dengan upaya seseorang hendak masuk ke rumahnya.
Jo, sapaan akrab George, mengatakan Black dan Roket baru sekitar dua pekan tinggal bersamanya setelah diadopsi dari seseorang.
Peristiwa tersebut terjadi saat Jo dan adiknya masih bekerja hingga malam. Rumah dalam kondisi kosong ketika tetangganya menghubungi sang adik karena mendengar suara gonggongan anjing terus-menerus.
“Tetangga saya telepon adik saya, ‘Itu kok anjingmu gonggong terus?’ Saya sama adik saya kerjanya sampai malam,” kata Jo saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 15 September 2026.
Mendapat informasi tersebut, Jo dan sejumlah warga kemudian mengecek rumah. Saat itu, Black ditemukan dalam kondisi terjepit di antara tembok di samping rumah.
Warga sempat berusaha mengeluarkan Black dari lokasi tersebut. Namun, nyawa anjing itu akhirnya tidak dapat diselamatkan.
“Adik saya itu dalam perjalanan pulang. Terus adik saya datang sampai akhirnya mereka [para warga] ngeluarin anjing itu, tapi sudah meninggal,” tutur Jo.
Jo menyebut terdapat sejumlah luka pada tubuh Black. Luka tersebut antara lain terlihat di bagian kepala dan kaki yang diduga akibat hantaman benda tumpul. “Itu ada bekas luka di kepala, terus di kaki belakang,” ujarnya.
Belum selesai dengan kematian Black, Jo kembali dikejutkan dengan kondisi Roket. Anjing tersebut tiba-tiba keluar dari dalam rumah dengan kondisi sempoyongan.
BACA JUGA: Partai Anjing Resmi Dideklarasikan di Semarang, Bawa Satir Politik dan Gerakan Antikorupsi
Roket kemudian mengalami kejang-kejang hingga mengeluarkan busa dari mulut. Tidak lama kemudian, anjing tersebut juga mati.





