Jateng

Debit Bendungan Kalidoh Menyusut, PDAM Semarang Berlakukan Sistem Air Bergilir

×

Debit Bendungan Kalidoh Menyusut, PDAM Semarang Berlakukan Sistem Air Bergilir

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan pengecekan debit baku saat skema air bergilir PDAM Semarang mulai diterapkan di sejumlah wilayah pemukiman pelanggan.
Ilustrasi jadwal air bergilir PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Imbas kurangnya debit air di Bendungan Kalidoh, Bergas Kabupaten Semarang, membuat Perumda PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, melakukan penerapan sistem air bergilir di beberapa wilayah.

Langkah ini PDAM ambil untuk menjaga pasokan air pelanggan, karena kemarau panjang terus melanda.

Penyesuaian jadwal berjalan secara bergantian, agar dampak air bergilir PDAM Semarang bisa lebih terminimalisir. Pembagian jadwal berlangsung per dua belas jam, supaya seluruh rumah pelanggan tetap teraliri.

BACA JUGA: Debit Air Baku IPA Kudu Turun, PDAM Tirta Moedal Minta Warga Semarang Timur Hemat Air 

Skema air bergilir PDAM Semarang adalah mengatur aliran air per 12 jam, mulai Senin, 14 September 2026 yang terbagi dalam dua jadwal. Yakni, tanggal 14, 15, 18 September untuk wilayah Karangrejo Selatan, dan Kampung Pentul.

Kemudian jadwal 2, yakni 15,17,19 September untuk wilayah Jatingaleh, Jatiluhur, Jangli Perbalan,  Saptamarga, Tamtama.

Direksi perusahaan daerah terus memantau perkembangan lapangan, sebab jadwal air bergilir PDAM Semarang sangat krusial. Petugas teknik siaga penuh mengatur pembukaan pipa, namun warga diminta tetap hemat air.

Mengapa Kebijakan Air Bergilir PDAM Semarang Harus Diterapkan?

Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayangsari mengatakan, penurunan pasokan dari sumber utama sangat signifikan, karena curah hujan di lokasi bendungan berkurang.

Manajemen terpaksa mengambil langkah penghentian sementara, sehingga pemerataan air kepada pelanggan bisa tercapai.

“Saat ini memang kalau giliran dua hari itu hanya untuk antisipasi terburuknya,” kata Charisma Mayangsari.

Manajemen terus mengupayakan optimasi pengaliran harian, agar kebutuhan mendasar masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Langkah antisipasi dilakukan sejak awal pekan ini, sebab ketersediaan air di waduk terus menipis. “Iya, mulai Senin kemarin,” ungkap Mayang menjelaskan.

Detail Wilayah dan Strategi Menjaga Kelestarian Lingkungan

Penyesuaian jadwal pasokan air menyasar dua kelompok, sehingga pelanggan diimbau menyiapkan wadah penampungan. Pembagian aliran dilakukan secara bergantian antar wilayah, agar pasokan harian warga tetap aman.