Hukum & Kriminal

Dua Oknum Wartawan Peras Kades di Batang Jateng Diringkus Polisi, Ini Modus dan Nama Medianya

×

Dua Oknum Wartawan Peras Kades di Batang Jateng Diringkus Polisi, Ini Modus dan Nama Medianya

Sebarkan artikel ini
Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Imam Muhtadi sedang meminta keterangan pada wartawanZaenal Abidin di Batang, Sabtu, 21 Desember 2024. (ant)

BATANG, beritajateng.tv – Kepolisian Resor Batang berhasil mengungkap kasus pemerasan terhadap sejumlah kepala desa oleh dua oknum wartawan, Zaenal Abidin dan Nur Wantoro.

Kasus ini terungkap setelah beberapa kepala desa melaporkan tindakan pemerasan tersebut ke Polres Batang melalui Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Batang.

“Modus yang kedua pelaku gunakan adalah mendatangi kantor desa dan meminta uang. Jika permintaan itu tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mempublikasikan berita negatif terkait pembangunan di desa tersebut,” ungkap Kapolres Batang, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, Sabtu, 21 Desember 2024.

Menurutnya, kedua pelaku juga menawarkan kerja sama dengan biaya tahunan sebesar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Selain itu, mereka memaksa pemerintah desa membeli alat pemadam kebakaran senilai Rp2,5 juta per unit.

BACA JUGA: Keluarga Gamma Bongkar Awal Mula Dapat Intimidasi Oknum Wartawan

“Jika permintaan ditolak, mereka mengancam akan menyebarkan berita yang merugikan pemerintah desa,” tambahnya.

Kejahatan ini telah berlangsung sejak awal 2023 hingga November 2024 di beberapa desa, seperti Kecamatan Bawang dan Kecamatan Reban.

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/107/XI/2024/SPK/Polres Batang/Polda Jateng, total kerugian yang para korban derita mencapai Rp58,9 juta.

Beberapa korban melaporkan kerugian, di antaranya Kepala Desa Sojomerto sebesar Rp11,6 juta, Kepala Desa Polodoro Rp10 juta, dan Kepala Desa Candirejo Rp6 juta.

BACA JUGA: Keluarga Gamma Benarkan Ada Intervensi dari Polisi dan Oknum Wartawan

“Barang bukti yang berhasil polisi amankan meliputi ID card dan surat tugas media majalah Media Jurnal Polri dan Media Reskrim atas nama pelaku, stempel, kuitansi, motor Honda PCX, telepon seluler, serta uang hasil kejahatan,” tuturnya.

Bukti ini menunjukkan bagaimana kedua pelaku memanfaatkan identitas media untuk menjalankan aksinya.

“Kami mengapresiasi keberanian para kepala desa yang melaporkan kasus ini. Langkah ini menjadi contoh bahwa pelaporan tindak kriminal sangat penting untuk menciptakan rasa aman di masyarakat,” ujar AKBP Nur Cahyo. (*)