BACA JUGA: Usai Kasus Keracunan MBG dari SPPG Karangturi, Kepala SMKN 6 Semarang Minta Siswa Bawa Bekal dari Rumah
Salah seorang guru, Noor Aida R, mengaku mulai merasakan gejala keracunan beberapa jam setelah menyantap menu MBG. Berupa nasi putih, ayam rendang, tahu crispy, dan daun singkong. Namun ia mengaku tidak mengonsumsi sayur tersebut.
“Saya makan nasi, ayam rendang, dan tahu crispy. Daun singkong tidak saya makan. Malam sekitar pukul 23.00 badan mulai sakit semua, kemudian perut terasa mulas dan saya bolak-balik ke kamar mandi,” tuturnya.
Salah seorang siswa, Narel mengalami hal serupa. Ia mengaku sempat mengalami sakit perut hebat usai mengonsumsi menu makan siang tersebut.
“Perut saya mulas sekali seperti melilit. Tapi saya hanya minum air kelapa dan akhirnya berangsur membaik,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis kepada siswa hingga penyelidikan selesai dilakukan.
Sementara itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut juga berhenti sementara selama proses investigasi berlangsung.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dan penyelidikan epidemiologi dari instansi berwenang. (*)





