Jateng

Keracunan di SMKN 6 Semarang, Menu MBG Dimasak Sejak Jam 9 Malam dan Diduga Langgar 16 SOP

×

Keracunan di SMKN 6 Semarang, Menu MBG Dimasak Sejak Jam 9 Malam dan Diduga Langgar 16 SOP

Sebarkan artikel ini
Keracunan di SMKN 6 Semarang, Menu MBG Dimasak Sejak Jam 9 Malam dan Diduga Langgar 16 SOP
Gedung sekolah SMKN 6 Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dugaan penyebab keracunan massal yang menimpa 707 siswa dan guru SMK Negeri (SMKN) 6 Semarang mulai menemukan titik terang.

Dinas Kesehatan Kota Semarang mengungkapkan proses pengolahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kuat dugaan menjadi faktor utama keracunan. Makanan MBG tersebut telah mulai proses memasak sejak pukul 21.00 WIB pada malam sebelum tersaji.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan hingga kini hasil laboratorium belum keluar karena sampel makanan masih menjalani proses kultur bakteri.

Pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari untuk memastikan jenis bakteri penyebab keracunan.

“Kalau hasil pastinya belum selesai karena sampelnya masih harus di kultur untuk mengetahui apakah ada bakteri penyebab keracunan. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar tujuh sampai 14 hari,” ujar Hakam.

Pihaknya telah mengambil sejumlah sampel makanan yang siswa santap, meliputi ayam rendang, daun singkong, tahu, dan telur puyuh. Seluruh sampel kini petugas periksa di laboratorium sebagai bagian dari penyelidikan epidemiologi.

Meski hasil laboratorium belum keluar, hasil asesmen terhadap ratusan korban mulai mengarah pada dugaan menu tertentu.

Berdasarkan wawancara terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala, keluhan paling banyak muncul setelah mengonsumsi ayam rendang.

“Dari hasil anamnesis, dugaan paling banyak mengarah ke rendang. Ada juga yang mengarah ke telur dan daun singkong, tetapi persentase tertinggi berada pada rendang,” katanya.

BACA JUGA: Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 10 Siswa Masih Jalani Perawatan 

Namun demikian, Hakam menegaskan dugaan tersebut belum bisa menjadi kesimpulan akhir sebelum hasil pemeriksaan mikrobiologi selesai.

Yang menjadi perhatian utama, kata Hakam, adalah proses pengolahan makanan di dapur penyedia MBG.

Berdasarkan keterangan dari Badan Gizi Nasional (BGN), menu untuk SMKN 6 Semarang diketahui sudah dimasak sejak pukul 21.00 WIB atau sekitar malam sebelum didistribusikan kepada siswa keesokan harinya.