Gaya Hidup

Duit Ludes Buat Gonta-Ganti Gadget, Gen Z Tak Lagi Anggap Rumah Kebutuhan Primer? Ini Kata Pakar

×

Duit Ludes Buat Gonta-Ganti Gadget, Gen Z Tak Lagi Anggap Rumah Kebutuhan Primer? Ini Kata Pakar

Sebarkan artikel ini
Handphone Balita | Gadget Anak | adiksi perilaku | gaya hidup gen Z
Ilustrasi anak bermain gawai. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Generasi Z alias Gen Z terus menjadi sorotan. Kini, gaya hidup mereka disebut membuat mereka kesulitan untuk punya rumah di masa depan.

Gaya hidup seperti apa misalnya?

Pakar Sosial asal Kota Semarang, Hermawan Pancasiwi, menyebut Gen Z memiliki gaya hidup yang unik di tengah perkembangan zaman. Ia mencontohkan, salah satu koran nasional pernah membuat survei kepada para Gen Z soal apa yang paling menggelisahkan hati mereka.

Jawabannya, kata Hermawan, sangat mengagetkan. Gen Z ternyata paling gelisah ketika tidak ada sinyal pada telepon genggam mereka.

BACA JUGA: Gen Z Lebih Rentan Kena Masalah Kesehatan Mental, Psikolog: Paling Banyak Gangguan Kecemasan

“Hal itu menunjukkan bahwa sekarang Gen Z orientasi dan kesukaan mereka itu adalah pada barang-barang modern, termasuk teknologi komunikasi berupa smartphone,” jelasnya saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 5 Juni 2024.

Hermawan menjelaskan, kecenderungan Gen Z pada barang-barang modern terlihat dari seringnya Gen Z bergonta-ganti telepon genggam. Tak jarang, meski telepon genggamnya masih layak pakai, Gen Z memutuskan membeli keluaran terbaru.

Alasannya pun beragam. Mulai dari tak mau ketinggalan tren, ikut-ikutan, hingga pamer di media sosial.

“Jangan kaget kalau Gen Z gonta-ganti HP yang sebetulnya masih bisa digunakan tapi karena tergoda oleh iklan mereka akan beursaha mengganti,“ ucapnya.

Gaya hidup konsumtif ala gen Z

Hermawan menambahkan, gaya hidup Gen Z saat ini tentunya sangat mempengaruhi kestabilan keuangan mereka di masa depan. Menurutnya, Gen Z cenderung bersikap konsumtif. Artinya, Gen Z hanyalah bersikap sebagai seorang pengguna, bukan produsen.

“Mereka lebih tertarik apa yang disediakan, ditawarkan, baik toko konvensional atau online. Mereka gampang tergoda oleh iklan,” kata dosen Soegijapranata Catholic University (SCU) itu.

Bagi Hermawan, Gen Z sebagai manusia modern bersifat monodimensional atau hanya memiliki satu dimensi, layaknya kuda yang memakai kacamata.

BACA JUGA: Riset Sebut Gen Z Lebih Suka WFH, Anak Muda Semarang: Lebih Nyaman dan Fleksibel

Maksudnya, Gen Z mudah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Salah satunya yakni gonta-ganti gadget tersebut.

“Ada semangat kompetitif, semangat persaingan yang tanpa mereka sadari mendorong mereka bersikap konsumtif,” tuturnya.

Hal tersebut, lanjut Hermawan, yang kemudian mendorong Gen Z melupakan segalanya. Termasuk, rumah yang saat ini bagi mereka menjadi kebutuhan sekunder bahkan tersier.

“Mereka menjadi orang-orang praktis yang selalu mengenggam teknologi. Jadi kebutuhan mereka akan rumah sekarang tidak lagi primer, bisa menjadi sekunder, bahkan tersier,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp