Saat ini, lanjut Febri, perempuan tidak lagi ragu untuk menunjukkan sisi kelembutan, feminitas, hingga sisi keanggunannya. Hal tersebur semakin membuktikan bahwa dengan bersanggul, berkain, hingga berdandan tidak menjadikan seorang perempuan menjadi kehilangan sisi powerfull.
Bahkan dari segi ekonomi, Gadis Kretek ia rasa mampu membawa berkah pada penjahit-penjahit kebaya dan juga salon-salon rambut.
“Itu bentuk kerinduan terhadap kekayaan bangsa masa lalu, ternyata mereka nggak liat suatu budaya sebagai hal yang kuno dan jadul, malah menginspirasi dan sekarang jadi populer,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





