BLORA, beritajateng.tv – Empat pelajar SMP Negeri di Blora yang terlibat kasus perundungan atau bullying pada Jumat, 8 November 2025 lalu kini tak lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya lantaran telah beroleh pemindahan ke sekolah lain.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, membenarkan informasi tersebut. Ia menyebut keempat pelajar tersebut masing-masing memiliki peran yang berbeda.
BACA JUGA: Bullying di Blora Jadi Peringatan, Dinas Pendidikan Bentuk Tim Evaluasi dan Pencegahan
“Ya, benar [pelaku bullying sudah pindah sekolah]. Mutasi itu setelah ada kesepakatan kedua belah pihak, jadi inisiatif dan kesadaran orang tua pelaku,” ungkap Sunaryo, Selasa, 11 November 2025.
Ia berharap, setelah berpindah sekolah, pelaku bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan bisa menjadikan itu sebagai pembelajaran.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan kepada keduanya, baik korban maupun pelaku. Kami bekerjasama dengan psikolog dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora dan pihak terkait lainnya,” tuturnya.
Sebelumya, beredar sebuah video rekaman seorang pelajar mengenakan seragam olahraga tengah menjadi bulan-bulanan temannya yang berseragam pramuka di sebuah kamar mandi sekolah.
BACA JUGA: Viral Bullying Siswa SMP Negeri di Blora, Pihak Sekolah Akui dan Mediasi, Korban Trauma-Luka Fisik
Dalam video tersebut tampak korban tak ada perlawanan sama sekali saat menerima pukulan dan tendangan dari pelaku. Mirisnya, puluhan pelajar lainnya hanya menonton, tidak ada yang berani melerai.
Bahkan, ada siswa yang malah memvideokan kejadian tersebut. Menurut dugaan, provokatornya ialah kakak kelas atau senior di sekolah tersebut.
Akibatnya, korban mengalami trauma serta luka benjol di leher bagian belakang dan hingga saat ini korban masih belum masuk sekolah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





