Kuliner

Es Gempol Kencono Pasar Johar Semarang, Takjil Legendaris Bercita Rasa Khas Manis-Gurih

×

Es Gempol Kencono Pasar Johar Semarang, Takjil Legendaris Bercita Rasa Khas Manis-Gurih

Sebarkan artikel ini
Es Gempol Kencono
Kedai Es Gempol Kencono di Pasar Johar Tengah Lantai 2, Selasa, 17 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pasar Johar Semarang bukan hanya pusat perdagangan bersejarah, tetapi juga rumah bagi kuliner legendaris yang penuh kenangan. Salah satunya adalah Es Gempol Kencono, jajanan tradisional yang kini kembali ramai diburu, terutama menjelang Ramadan sebagai rekomendasi menu buka puasa yang manis dan menyegarkan.

Di tangan Anhar, penjual Es Gempol Kencono, minuman tradisional ini tidak sekadar pelepas dahaga, tetapi juga simbol kebangkitan Pasar Johar setelah sempat tutup selama tujuh tahun akibat kebakaran.

“Es gempol ini mulai saya jual ketika Pasar Johar kembali buka tahun 2023. Ini termasuk jajanan jadul di lingkungan sini, jadi banyak pembeli yang datang karena ingin nostalgia. Dulu waktu kecil sering dibelikan ibu atau neneknya, sekarang mereka sudah besar dan datang sendiri,” ujar Anhar saat beritajateng.tv temui di lapaknya pada Selasa, 17 Februari 2026.

Perpaduan Manis-Gurih yang Jadi Ciri Khas Es Gempol Kencono

Es gempol kencono memiliki komposisi sederhana, namun cita rasanya khas. Sajian ini terdiri dari kuah santan yang dipadukan dengan gula halus, menghasilkan rasa manis dan gurih sekaligus.

Isian utamanya adalah gempol dan pleret, keduanya berbahan dasar tepung beras. Gempol berbentuk bulat putih, sementara pleret memiliki warna merah muda yang mencolok.

“Kuahnya dari santan, rasanya gurih, lalu dikasih gula halus jadi manis. Nanti terasa paduan manis dan gurih. Isinya ada gempol yang putih dan pleret yang pink, semuanya dari beras,” jelasnya.

BACA JUGA: Mencicipi Es Gempol Kencono Minuman Legend di Tengah Bangunan Cagar Budaya Pasar Johar Semarang

Perpaduan rasa tersebut membuat es gempol cocok sebagai menu berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Selama Ramadan, Anhar tidak berjualan seperti hari biasa karena jam operasional pasar hanya sampai siang. Namun, ia tetap melayani pelanggan melalui sistem pemesanan khusus untuk acara buka bersama.