Pendidikan

Evaluasi 8 Tahun 5 Hari Sekolah di Jateng: Performa Siswa Turun Usai Jam 1 Siang, Sabtu Ortu Masih Kerja

×

Evaluasi 8 Tahun 5 Hari Sekolah di Jateng: Performa Siswa Turun Usai Jam 1 Siang, Sabtu Ortu Masih Kerja

Sebarkan artikel ini
Hari Sekolah Jateng
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin, saat dijumpai di kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 25 November 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Jadi mau buat lima hari, enam hari, ini kan nanti kalau lima hari berarti sampai jam 15.30 misalnya, kalau enam hari berarti sampai 14.30. Jadi jam pelajarnya menjadi patokan,” jelasnya.

BACA JUGA: Kritik Wacana Enam Hari Sekolah, PGRI Jateng: Negara Maju Saja Lima Hari, Kok Kita Malah Mundur?

Syamsudin juga menyebut kewenangan pengaturan hari sekolah berada di pemerintah daerah, khususnya untuk SMA/SMK di tingkat provinsi. Sementara SD dan SMP tetap berada di kabupaten/kota yang mayoritas masih menerapkan enam hari sekolah.

“Dan mayoritas kalau SD SMP itu kan masih 6 hari. Itu juga enggak masalah, ini juga menjadi pertimbangan kami bagaimana akhirnya nanti kita persiapkan,” katanya.

Ia memastikan kajian masih berjalan dan pihaknya akan membuka ruang pendapat seluas-luasnya, termasuk dari siswa.

“Jadi intinya saat ini kami masih dalam proses untuk pendalaman, pertimbangan, kajian terkait dengan rencana enam hari tersebut, mungkin dari OSIS juga kami open gitu. Jadi biar semuanya [tahu], apa sih plus minusnya? Terus akhirnya jalan tengahnya, benang [merah]nya di mana?” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp