SEMARANG, beritajateng.tv – Viral di berbagai sosial media sebuah rekaman kecelakaan kereta api di Bekasi yang menewaskan kurang lebih 7 orang.
Mengutip dari berbagai sumber, ada banyak korban yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Terjadi pada Senin 27 April 2026 kemarin tepat pada pukul 20.50 WIB.
Berikut ini fakta-fakta terbaru terjadinya kecelakaan KAI tersebut.
BACA JUGA: Kecelakaan Pickup Tabrak Separator di Tol Semarang-Solo, Sopir Tewas di Tempat
Fakta-Fakta Kecelakaan KAI di Bekasi
Menembus Gerbong KRL
Dua kereta, yaitu KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL, mengalami tabrakan hebat. Benturan tersebut begitu keras hingga kereta jarak jauh itu menembus bagian gerbong KRL.
Berdasarkan video yang terunggah oleh akun YouTube @trainspotter_id, KA Argo Bromo awalnya melaju lancar tanpa kendala, namun secara tiba-tiba terjadi tabrakan keras.
Perekam video kemudian turun dari KA Argo Bromo dan terlihat bahwa kereta tersebut menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Dalam siaran langsung itu tampak jelas bagian depan KA Argo Bromo menembus gerbong belakang KRL, menyebabkan gerbong tersebut mengalami kerusakan berat.
Penumpang Pecahkan Kaca
Kepanikan melanda para penumpang saat kecelakaan terjadi. Beberapa di antaranya bahkan harus memecahkan kaca karena terjebak di dalam gerbong.
Seorang penumpang bernama Rendi Pangestu mengungkapkan bahwa ia baru saja pulang kerja dengan menaiki KRL dari arah Manggarai, Jakarta Selatan. Ketika tabrakan terjadi, para penumpang, termasuk dirinya, sampai terpental akibat benturan.
BACA JUGA: Kecelakaan Lagi di Tanjakan Silayur, Truk Bermuatan Triplek Gagal Menanjak dan Terguling
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan tabrakan ini diduga bermula dari insiden sebuah taksi yang tersenggol KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tersebut diduga menyebabkan gangguan pada perlintasan.
Evakuasi Berlangsung Cukup Lama
Kondisi korban yang memprihatinkan yakni terjepit di gerbong kereta membuat evakuasi menjadi cukup lama.





