Indepth

Fenomena Kos Bebas di Semarang, Sulit Dicari Tetapi Banyak Peminat: Boleh Bawa Lawan Jenis, Tapi Ada Syaratnya

×

Fenomena Kos Bebas di Semarang, Sulit Dicari Tetapi Banyak Peminat: Boleh Bawa Lawan Jenis, Tapi Ada Syaratnya

Sebarkan artikel ini
Kos Bebas | Video Asusila | ilustrasi kamar mandi tempat selebgram semarang bunuh bayi
Ilustrasi logo laki-laki dan perempuan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Kami mencoba menelusuri salah satu kos bebas yang ditawarkan di grup Facebook tersebut. Lokasinya strategis, tak jauh dari Pasar Peterongan. Menurut keterangan penjaga kos, calon penghuni bisa menyewa kos bebas itu secara harian hingga bulanan.

“Harga bulanannya 800 ribu per minggu, kalau mau bed dobel bisa, tapi harganya 900 ribu. Sudah termasuk listrik, tapi kalau bawa barang elektronik kayak rice cooker kena tambahan,” ujar penjaga kos.

Meski lengkap dengan AC, televisi, dan kamar mandi dalam, kos bebas itu tak serupa dengan indekos eksklusif pada umumnya.

BACA JUGA: Cerita Pegawai Non-ASN Kecanduan Judi Online, ‘Nilep’ Kas RT Hingga Biaya PTSL Puluhan Juta

Suasana kamarnya cenderung gelap, lembab, serta temboknya retak dan kotor. Jika ingin menyewa harian, calon penghuni dipatok tarif mulai dari Rp70 ribu untuk waktu dua jam.

Penjaga kos hanya menyebut syarat KTP dan berusia di atas 18 tahun untuk menyewa kamar di kos bebas tersebut.

“Boleh bawa lawan jenis, syaratnya usia 18 ke atas dan KTP saja,” ucapnya.

Wilayah industri tak jamin mudah dapat kos bebas

Bergeser ke arah timur, kami mencoba mencari kos bebas di daerah Simongan. Ada satu industri farmasi besar di daerah tersebut. Hal itu pula yang menggerakkan kami untuk menelusuri fenomena kos bebas di sana.

Tak jauh dari industri farmasi itu berada, kami mencoba masuk ke salah satu gang untuk mencari kos. Banyak rumah warga yang menawarkan indekos, namun hanya tertulis kos putra atau kos putri. Tak ada satu pun kos campur atau pasutri yang kami temui di gang tersebut.

Berjalan 1 kilometer menuju kawasan Jalan Abdulrahman Saleh, kami mendapati kos eksklusif campur yang berada tepat di pinggir jalan.

BACA JUGA: Cerita Suratman Pemilik Rental di Jepara Ngaku Was-was Sewakan Mobil Usai Peristiwa di Pati