HeadlineNews UpdatePariwisata

Festival Kota Lama ‘Heritage Reborn’, Agenda Wisata di Semarang Bulan September

×

Festival Kota Lama ‘Heritage Reborn’, Agenda Wisata di Semarang Bulan September

Sebarkan artikel ini
Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Semarang, 31/8 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang serius dengan komitmennya untuk membangkitkan kembali aktivitas pariwisata di kota Semarang.

Hal itu diupayakannya melalui berbagai agenda wisata yang konsisten digelar setiap bulan di Kota Semarang.

Setelah sukses menggelar Pasar Apung, Bendungan Urban Downhill, Semarjamu, dan Semarang Introduction Market di bulan Agustus, selanjutnya juga akan banyak event yang digelar di bulan September.

Salah satunya adalah Festival Kota Lama 2022 yang dimana sebelumnya selama dua tahun diselenggarakan secara online. Dengan mengangkat tema ‘Heritage Reborn’, Festival Kota Lama Semarang akan diselenggarakan pada tanggal 15 sampai 25 September 2022.

Berbagai rangkaian kegiatan pun telah dirancang untuk dapat memeriahkan festival yang telah diselenggarakan selama 11 tahun tersebut.

Hendi, akrab disapa Wali Kota Semarang sendiri optimis jika Festival Kota Lama dapat semakin mengangkat tingkat kunjungan wisata ke kota lunpia.

“Kami di Pemerintah Kota Semarang tahun ini telah menegaskan bahwa tidak ada bulan tanpa gelaran kegiatan. Kemarin Agustus kita sudah running beberapa event, di bulan September ini kita angkat Festival Kota Lama untuk terus dipormosikan. Semoga berhasil untuk meningkatkan kunjungan wisata,” tutur Hendi.

Sementara itu, Ketua penyelenggara Festival Kota Lama, Agus Suryono menjelaskan bahwa berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara daring, event tahun ini dilaksanakan secara offline dan hybrid. Banyak acara yang diselenggarakan mulai dari seni tari, kuliner legendaris, panggung atraksi budaya, jelajah Kota Lama dan aktivitas komunitas di Kota Lama dan lain sebagainya.

“Festival Kota Lama nanti adalah untuk menghidupkan Kota Lama. Karena Kota Lama ini, selama pandemi kan seperti monumen yang mati, jadi semua ini agar Kota Lama menjadi hidup, ya salah satunya melalui budaya,” tutur Agus.