“Dari sinopsis ini akan ada banyak kisah sejarah yang selama ini belum banyak masyarakat ketahui secara luas. Di balik keberadaan Fort Willem I Ambarawa,” jelasnya kepada awak media.
Kisah Fort Willem I, masih kata ino, bakal tersajikan melalui perpaduan seni tari, musikalitas, seni drama dan efek visual yang kuat. “Sehingga menjadikan Fort Willem I bukan sekedar arsip sejarah namun juga menghadirkan satu pengalaman estetik yang lebih hidup,” tambahnya.
Pada pagelaran sendratari perdana nanti, total bakal melibatkan 150 artis seni dari Ambarawa dan sekitarnya. “Ini mulai dari penari, pengiring serta para kru yang turut berkolaborasi,” tambahnya.
Yosep Bambang Trihardjono mewakili Hanoman Art menyampaikan, melihat sebagai peluang untuk berpartisipasi menghidupkan geliat berkesenian di kawasan Fort Willem I Ambarawa.
Sekaligus juga untuk mewadahi para pegiat seni budaya di Ambarawa dan sekitarnya. “Makanya Hanoman Art sangat mendukung pentas sendratari Babad Fort Willem I ini,” tambahnya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, Hendrastuti Ikasari menyambut baik digelarnya sendratari ini di kawasan destinasi wisata Fort Willem I Ambarawa ini.
BACA JUGA: Benteng Willem II Semarang, Saksi Bisu yang Terlupakan Kini Bicara
Menurutnya, kegiatan ini harapannya bisa menjadi strategi untuk menambah daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus juga memberdayakan pegiat seni untuk berkreasi.
Karena pekerjaan rumah (PR) disparta saat ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang, tetapi juga meningkatkan masa tinggal dan masa belanja wisatawan.
Data tahun 2024, masa tinggal wisatawan di Kabupaten Semarang rata- rata masih di angka 1,2 atau masih satu malam menginapnya. Demikian pula untuk belanja wisata masih rata- rata masih di bawah Rp50.000 per wisatawan.
Maka sendratari ini menjadi momentum yang tepat untuk bisa mendorong masa tinggal dan belanja wisatawan tersebut. “Terlebih saat ini tren peningkatan wisata budaya juga semakin bagus,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





