Hukum & KriminalPolitik

Gegara Pasang Bendera di Wilayahnya, Relawan PDIP Diduga Kena Bogem Mentah Pimpinan Gerindra

×

Gegara Pasang Bendera di Wilayahnya, Relawan PDIP Diduga Kena Bogem Mentah Pimpinan Gerindra

Sebarkan artikel ini
Relawan PDIP
Rekaman CCTV memperlihatkan Ketua DPC Partai Gerindra Joko Santoso tampak mendatangi kediaman relawan PDIP dan diduga melakukan pemukulan di Kampung Cumi-cumi, Bandarharjo, Semarang Utara, Jumat 8 September 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Relawan PDIP Kota Semarang harus merasakan sakitnya hantaman bogem mentah dari Pimpinan Gerindra diduga karena memasang bendera partai di wilayahnya.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap kader PDI Perjuangan Suparjiyanto oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso itu viral.

Dua video berdurasi 1 menit 10 detik dan 2 menit itu terjadi pada Jumat 8 September 2023 malam dan akhirnya viral.

Dari keterangan korban bernama Suparjiyanto merupakan relawan PDIP ini. Pemicu penganiayaan tersebut adalah pemasangan bendera partai berlambang banteng ini dilakukan di Kampung Cumi-Cumi, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara.

Korban merupakan warga Bandarharjo tersebut mengaku memasang bendera partai karena melihat rekan sesama kader juga tengah memasang bendera partainya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.45 WIB. Korban mengatakan pelaku tiba-tiba mendatangi rumahnya dan melakukan penganiayaan.

“Saya tidak tahu, tiba-tiba dia datang terus mukuli saya. Saya spontan teriak terus di dengar keluarga dan warga sekitar,” kata Suparjiyanto.

Suparjiyanto pada malam usai kejadian langsung ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Panti Wiloso Citarum Semarang.

Akibat penganiayaan ini, Parjiyanto mengalami luka lebam di pelipis kanan. Saat ini ia harus menjalani perawatan.

Sementara itu, fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Didik Sugeng mengatakan penganiayaan terhadap kadernya di duga di lakukan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso.

Menurutnya, penganiayaan di picu adanya pemasangan bendera di kampung korban dan pelaku berdekatan.

“Kabar yang kami terima katanya gara-gara bendera. Korban pasang sejumlah bendera PDI Perjuangan,” beber Didik.

Didik bersama pihak keluarga korban langsung melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Polda Jawa Tengah. Dengan di sertai bukti surat visum dan rekaman video kamera pengawas yang menunjukkan kedatangan pelaku ke rumah korban.  (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp