Hukum & Kriminal

Geger Penemuan Mayat Perempuan di Kebun Desa Kendal, Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan

×

Geger Penemuan Mayat Perempuan di Kebun Desa Kendal, Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
tewas magelang // TNI
ilustrasi mahasiswi unnes tewas. (Foto: Freepik)

KENDAL, beritajateng.tv – Warga Desa Daupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di sekitar sebuah gubuk kebun, diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Penemuan mayat perempuan ini terjadi pada Kamis, 17 Oktober 2024, sekitar pukul 06.30 WIB. Ia ditemukan dalam keadaan tak layak, yakni setengah telanjang.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Rizky Ari Budianto mengatakan bahwa dugaan sementara pihaknya adalah, mayat perempuan tersebut merupakan korban pemerkosaan dan pembunuhan.

“Dugaan sementara kami, mayat yang warga temukan di Desa Darupono merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan. Itu dugaan sementara kami,” ata Rizky, Kamis 17 Oktober 2024.

Di sekitar mayat perempuan itu, terdapat sejumlah barang-barang seperti tas, jaket, celana, dan sandal, namun sayangnya tak ada tanda identitas apapun yang dapat polisi selidiki.

BACA JUGA: Ngeri! Preman di Sleman Perkosa 2 Gadis, Ancam Pakai Pedang

Di samping itu, Rizky menyebut dari hasil pemeriksaan, terdapat luka di bagian leher korban.

Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari mayat tersebut. Hasil autopsi ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah korban merupakan korban perkosaan atau tidak.

Identitas mayat perempuan

Kepala Desa Brangsong, Asnawi, membenarkan informasi bahwa mayat di kebun Darupono itu merupakan warganya.

“Iya benar, korban adalah warga kami yang tinggal di Dusun Gempolbapang. Keluarga juga sudah diberitahu dan membenarkan jika korban adalah anaknya,”ujar  Asnawi.

BACA JUGA: Dugaan Kades di Kudus Cabuli Anak Kandung Sejak Usia 8 Tahun, Pemkab Turun Tangan

Lebih lanjut, kades mengatakan, penuturan keluarga korban SNH, 19 tahun, merupaan salah satu santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Ngampel.

Bahkan minggu malam kemarin baru saja keluarganya antar kembali ke pondok. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp