Jateng

Gelapkan Uang Perusahaan Telekomunikasi, Sales Wanita asal Blora Ini Terancam Penjara 4 Tahun

×

Gelapkan Uang Perusahaan Telekomunikasi, Sales Wanita asal Blora Ini Terancam Penjara 4 Tahun

Sebarkan artikel ini
sales wanita blora ditangkap
Tersangka sales wanita Blora ditangkap polisi setelah terbukti menggelapkan uang. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang sales wanita, warga Blora, Jawa Tengah, yang menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja.

Tersangka, wanita berinisial D (35), bekerja sebagai Sales Direct Selling (SDS) di CV. Surya Perkasa Telekomunikasi Blora.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan, Satreskrim Polres Blora berhasil mengamankan tersangka saat berada di kantor Telkom di Jalan Pemuda Blora pada Selasa 23 Juli 2024 pukul 13.00 WIB lalu.

BACA JUGA: Polrestabes Semarang Ungkap Penggelapan 22 Unit Sepeda Motor di Jepara

Pelaku yang bekerja sebagai sales di bidang telekomunikasi tersebut, diduga menggelapkan uang perusahaan mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini ia lakukan dengan tidak menyetorkan uang hasl penjualan voucher ke admin perusahaan.

“Modus yang pelaku gunakan adalah tidak menyetorkan uang hasil penjualan kartu voucher ke perusahaan. Uang tersebut justru ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata AKBP Wawan.

BACA JUGA: Puluhan PNS Terima SK Pensiun, Beberapa Jabatan Kepala Dinas Blora Bakalan Kosong

Bersama tersangka barang bukti berupa satu bendel SK pegawai tersangka, satu bendel bukti audit perusahaan, slip gaji, dan satu bendel hasil audit internal, serta surat pemberhentian tersangka.

Adapun aksi penggelapan itu tersangka lakukan karena alasan kebutuhan ekonomi keluarga yang mendesak.

“Pengakuan tersangka, dia terpaksa melakukan tindak pidana tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi keluarga,” imbuh Kapolres.

BACA JUGA: Temuan Gula Jawa Palsu Berpengawet: Pakai Cairan Arum Manis

Akibat perbuatan pelaku, perusahaan tempat ia bekerja mengalami kerugian hingga Rp 23 juta.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah dokumen penjualan serta voucher kartu perdana. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp