Politik

Gerindra Jateng Dorong Prabowo Jadi Presiden Dua Periode: Belajar dari SBY dan Jokowi

×

Gerindra Jateng Dorong Prabowo Jadi Presiden Dua Periode: Belajar dari SBY dan Jokowi

Sebarkan artikel ini
Prabowo Gerindra | Anggaran Irigasi
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 20 Maret 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menegaskan bahwa kader-kadernya mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia selama dua periode.

“Kami ingin Pak Prabowo menuntaskan kepemimpinan beliau 10 tahun supaya programnya selesai semua,” ucap Sudaryono saat Halalbihalal dan Apel Kader Gerindra Jawa Tengah di Solo Baru, Sukoharjo, Minggu, 20 April 2025.

Ia menyebut, proses pembangunan Indonesia membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Membangun dan merencanakan butuh waktu lama. Belajar dari Pak SBY dan Pak Jokowi, dua periode penting untuk keberlanjutan,” tuturnya.

BACA JUGA: Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Sebut Jawa Tengah Berpotensi Jadi “Sarang Garuda”: Basis Besar Partai

Sementara itu, Sudaryono yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian menegaskan bahwa Prabowo ingin percepatan nyata dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Ia menyebut tak boleh ada hambatan dari regulasi yang justru memperlambat gerak.

“Pak Prabowo maunya cepat. Misalnya yang memperlambat regulasi, ya harus perbaiki regulasinya,” ujarnya.

BACA JUGA: Masa Jabatan Ketum Parpol Kena Gugat Maksimal 2 Periode, Pengamat Adi Prayitno Soroti PDIP-Gerindra

Ia pun mencontohkan masalah pupuk yang masih dalam aturan ratusan regulasi.

“Subsidi pupuk itu diatur oleh 140 aturan. Harus disederhanakan supaya masalahnya selesai,” tambahnya.

Sudaryono mengakui bahwa adanya aturan memiliki niat baik. Namun, terlalu banyak aturan justru membuat bingung dan menghambat gerakan di lapangan.

BACA JUGA: Tanggapi Pilkada lewat DPRD, Gerindra Jateng: Apapun Keputusannya, Harus Siap

“Orang cenderung tidak bergerak. Beliau ingin semua disederhanakan supaya gerakan cepat,” jelasnya.

Meski fokus percepatan, Sudaryono menekankan pentingnya pengawasan tetap berlangsung.

“Kaidah pengawasan, baik oleh BPK, BPKP, kepolisian, maupun kejaksaan, harus tetap berjalan,” tandas Sudaryono. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp