Kebun kakao cokelat di sekitar kebun kopi sudah tidak ada dan telah melalui replanting. Namun, ia mengaku rasa java mocca masih melekat hingga saat ini.
“Untuk penggemar kopi bisa merasakan bedanya. Ditambah kalau minum ini bisa semalaman tidak tidur saking kuatnya,” imbuhnya.
Selain dalam suguhan secangkir kopi di Latar Kota, cita rasa Kopi Banaran telah merambah ke dalam produk kemasan instan. Namun penjualannya masih terbatas, hanya mengandalkan penjualan melalui outlet, toko online dan di beberapa toko oleh-oleh. Meski begitu, Didik berharap Kopi Banaran dapat dikenal oleh masyarakat umum di seluruh Indonesia. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





