Dia juga merasakan perayaan Halloween di Semarang tahun ini semakin meriah. Menurutnya, semakin banyak tempat yang mengadakan acara serupa sehingga anak muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk ikut merayakan.
“Kayaknya senang banget, Halloween tahun ini menyala banget. Ada di setiap tempat pun ada Halloween. Aku senang sih,” katanya.
Jadi Dokter Hantu hingga Riasan Berdarah
Keseruan lainnya terlihat dari penampilan Vernand (22) yang memilih konsep dokter hantu. Dia tampil dengan riasan menyeramkan, lengkap dengan efek darah di sekitar mata.
Konsep tersebut terinspirasi dari karakter horor Indonesia. Hampir seluruh perlengkapan dan riasannya disiapkan sendiri, sementara beberapa aksesori dipinjam dari temannya.
Kemampuannya merias wajah juga merupakan hasil pengalaman mengikuti Halloween sejak masih duduk di bangku SMA.
BACA JUGA: Menjelajah Heritage Food Festival di Gang Warung Pecinan Semarang, Kuliner Lawas hingga Pernak-pernik jadi Buruan
Apanbila dahulu belum terlalu mahir menggunakan makeup, kini dia mulai terbiasa membuat tampilan karakter yang lebih detail.
“Lebih niat di makeup-nya saja sih. Dulu kan belum bisa, jadi sudah belajar sekarang bisa makeup sedikit-sedikit,” katanya.
Bagi Vernand, Halloween tidak harus dimaknai secara serius. Dia menganggap perayaan tersebut sebagai kesempatan untuk bersenang-senang sekaligus mengikuti tradisi hiburan yang populer di berbagai negara.
“Sebagai seru-seruan saja sih, karena mungkin momennya di luar negeri pun juga begini. Jadi kita juga kayak mengikuti saja,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





