Pariwisata

Hidden Gem Dekat Unnes, Curug Gribik Semarang Punya Air Terjun Mungil Bikin Hati Adem

×

Hidden Gem Dekat Unnes, Curug Gribik Semarang Punya Air Terjun Mungil Bikin Hati Adem

Sebarkan artikel ini
curug gribik
Suasana asri di Curug Gribik yang berlokasi di Gang Ki Ageng Gribig No. 7, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tak semua tempat wisata tersembunyi harus berada jauh dari permukiman. Di tengah kawasan Gunungpati, Kota Semarang, sebuah air terjun mungil justru menawarkan suasana yang berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.

Namanya Curug Gribik. Lokasinya berada di Gang Ki Ageng Gribig No. 7, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, tak jauh dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Saat beritajateng.tv berkunjung, suasana Curug Gribik cukup ramai. Anak-anak terdengar bercanda sambil bermain air, sementara sejumlah orang dewasa memilih duduk di tepian kolam.

Pemandangan itu membuat Curug Gribik terasa seperti ruang rekreasi sederhana di tengah alam.

Uniknya, keberadaan curug ini ternyata belum banyak diketahui warga sekitar. Salah satunya Titik (43), warga Gunungpati yang mengaku baru pertama kali datang ke Curug Gribik setelah melihat tempat tersebut ramai diperbincangkan di TikTok.

“Saya lihat di TikTok juga. Ternyata dekat rumah. Saya enggak tahu medannya seperti apa, memang ini baru pertama kali,” kata Titik kepada beritajateng.tv.

BACA JUGA: Rekomendasi 4 Wisata Curug di Temanggung Jawa Tengah, Cocok Buat Ngisi Libur Panjang Tahun ini

Rasa penasaran membuat Titik bersama sejumlah teman dan tetangganya, memutuskan mendatangi Curug Gribik. Dari rumah, ia memperkirakan perjalanan menggunakan motor hanya sekitar 10 menit.

Kendaraan kemudian harus diparkir di bagian atas karena akses menuju curug tidak dapat dilalui sepeda motor hingga ke lokasi air terjun. Dari tempat parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar lima menit melewati jalan setapak.

Jalur tersebut menjadi bagian dari pengalaman menuju Curug Gribik. Jalan yang menurun didominasi tanah dan bebatuan. Di kanan-kiri jalan, pepohonan dan tanaman pisang membuat suasana terasa lebih teduh.

Namun, kondisi medan juga membuat pengunjung perlu berhati-hati. Terlebih ketika membawa anak-anak.

“Tadi ada yang kepleset. Enggak cuma anak-anak, emaknya juga ada yang kepleset karena memang menurun sama bebatuan,” ujar Titik.

Ia menyarankan pengunjung mengenakan sandal atau alas kaki yang nyaman dan tidak licin ketika datang ke Curug Gribik.

“Sandal nyaman saja, saya tadi juga kepleset,” katanya sembari tertawa.

Jalan Setapak Berujung Suara Gemericik Air

Setelah berjalan menuruni jalur bebatuan, suasana perlahan berubah. Suara kendaraan dari permukiman semakin samar dan berganti dengan suara gemericik aliran air.

Curug Gribik memang tidak memiliki air terjun yang tinggi. Airnya jatuh dari tebing batu dengan ketinggian sekitar lima meter. Namun, suasana alami di sekelilingnya menjadi daya tarik tersendiri.

Di bawah air terjun terdapat kolam alami berdiameter sekitar delapan meter dengan kedalaman lebih dari satu meter. Airnya terlihat jernih dengan dasar bebatuan yang ditumbuhi lumut sehingga dari kejauhan memberikan rona kehijauan.

Di sekitar kolam terdapat bebatuan yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk, bersantai maupun mengabadikan foto.

Warga Lokal Ikut Penasaran

Bagi Titik, viralnya Curug Gribik di TikTok justru menjadi alasan dirinya mengenal lebih dekat lingkungan yang selama ini berada tidak jauh dari rumah.

“Dulunya tahu daerah sini, tahu kalau memang ada aliran sungai Kaligarang, sungai ini. Tahu, cuma memang belum pernah sama sekali,” ujarnya.

Ia baru mengetahui keberadaan air terjun tersebut setelah Curug Gribik ramai di media sosial.

“Baru tahu kalau ada ternyata curugnya seperti ini karena di TikTok itu. Karena ramai itu, ya iseng-iseng ke sini,” katanya.

Tetap Waspada Saat Musim Hujan

Meski menyimpan daya tarik alami, Curug Gribik tetap memiliki kondisi yang perlu pengunjung perhatikan.

Titik mengatakan debit air saat ia datang terlihat tidak terlalu besar. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan musim kemarau.

“Ini mungkin karena kemarau. Airnya agak surut,” katanya.

Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, aliran air di kawasan tersebut dapat meningkat.

“Kalau pas musim hujan juga bisa banjir, banjir bandang,” ujarnya.

BACA JUGA: Rekomendasi Wisata Apik Dekat UIN Walisongo, Mulai dari Curug hingga Candi

Karena itu, pengunjung perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat. Jalur tanah dan bebatuan yang menurun juga berpotensi menjadi lebih licin ketika terkena air.

Titik juga mengingatkan pengunjung agar tidak terlalu lama berada di lokasi, terutama ketika hari mulai sore.

“Kalau sudah jam 17.00 WIB di sini, sebaiknya sudah harus meninggalkan sini,” katanya.

Bagi warga kota yang ingin menikmati air mengalir, pepohonan rindang, serta suasana sungai tanpa harus melakukan perjalanan jauh, Curug Gribik Gunungpati Semarang bisa menjadi salah satu pilihan. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp