Politik

Indonesia Gabung Board of Peace, Ketum PPP Dukung Langkah Prabowo: Ini Misi Perjuangan

×

Indonesia Gabung Board of Peace, Ketum PPP Dukung Langkah Prabowo: Ini Misi Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Mardiono Gentengisasi | Board of Peace
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, usai pembukaan Muyawarah Wilayah (Muswil) IX di Hotel Patra Semarang & Convention, Sabtu, 7 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

PPP, lanjut Mardiono, secara tegas mendukung keputusan Presiden untuk bergabung dengan Board of Peace. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari misi perjuangan kemanusiaan untuk menghentikan perang melalui jalur diplomasi.

“Di PPP melihat keputusan Presiden sudah tepat dan tentu kami mendukung sepenuhnya. Menghentikan peperangan itu harus melalui diplomasi dan komunikasi, agar Indonesia bisa berkomunikasi lebih dekat dengan Palestina maupun Israel,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan dialog dan kedekatan politik menjadi satu-satunya jalan realistis untuk mendorong perdamaian yang berkelanjutan.

“Satu-satunya cara adalah mendekatkan diri dengan melalui komunikasi dan diplomasi. Ini misi perjuangan. Yuk, kita selesaikan [konfliknya],” pungkas Mardiono.

BACA JUGA: Tanggapi Konflik Penggelapan Dana Saksi Pemilu 2024 DPW PPP Jateng, Mardiono: Kita Tabayun Dulu

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace saat melakukan kunjungan ke Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

Keputusan Indonesia bergabung dalam BoP menuai beragam tanggapan di ruang publik. Di satu sisi, langkah tersebut dipandang sebagai penegasan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Namun, di sisi lain kebijakan ini juga memicu perdebatan dan kritik dari berbagai kalangan masyarakat.

Board of Peace atau Dewan Perdamaian merupakan organisasi yang dibentuk atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dewan ini menjadi salah satu dari empat komite baru yang dibentuk Amerika Serikat untuk mengawasi proses rekonstruksi dan tata kelola pemerintahan Gaza pascakonflik berkepanjangan selama lebih dari dua tahun antara Israel dan Hamas. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp