Nasional

Ini Prediksi Harga Emas Pasca-Lebaran 2026, Bakal Anjlok Karena Fenomena Jual-Balik?

×

Ini Prediksi Harga Emas Pasca-Lebaran 2026, Bakal Anjlok Karena Fenomena Jual-Balik?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi prediksi harga emas pasca Lebaran 2026. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi prediksi harga emas pasca Lebaran 2026. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bagaimana prediksi harga emas pasca-Lebaran 2026? Apakah benar akan anjlok akibat fenomena “jual balik” yang kerap terjadi setelah momen mudik?

Secara tradisional, setelah Idulfitri banyak masyarakat mendatangi toko emas, salah satunya untuk melakukan buyback atau menjual kembali emas mereka. Tujuannya beragam, mulai dari menutup biaya perjalanan mudik hingga mendapatkan dana segar setelah pengeluaran selama Lebaran.

Namun analis ekonomi menilai bahwa kondisi pasar emas saat ini sudah jauh lebih stabil. Harga emas di Indonesia kini tidak lagi terlalu terpengaruhi oleh lonjakan transaksi lokal, melainkan lebih ditentukan oleh pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Fenomena Jual-Balik Tak Lagi Dominan

Meski volume penjualan kembali (buyback) biasanya meningkat setelah Lebaran, industri logam mulia di Indonesia telah berkembang lebih matang. Banyak toko emas dan butik logam mulia seperti milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah mengantisipasi lonjakan transaksi tersebut.

BACA JUGA: Prediksi Harga Emas Antam Kamis 12 Maret 2026, Fluktuatif di Kisaran Rp2,9–Rp3 Juta per Gram

Karena itu, harga emas cenderung tetap mengacu pada parameter internasional sehingga tidak mudah turun drastis hanya karena peningkatan transaksi lokal.

Menariknya, tren pada 2026 justru menunjukkan pola berbeda. Sebagian masyarakat kabarnya mulai menggunakan sisa Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membeli emas sebagai bentuk investasi jangka panjang setelah Lebaran.

Prediksi Harga Emas 2026

Berdasarkan konsensus analis domestik, harga emas Antam pada paruh pertama 2026 diprediksi masih berada di kisaran Rp3.000.000 hingga Rp3.500.000 per gram.

Kondisi pasar emas pada Maret 2026 terpengaruhi oleh sejumlah faktor global yang mendorong tren kenaikan harga, antara lain:

1. Lonjakan harga emas dunia

Harga emas internasional disebut telah menyentuh sekitar US$5.126 per troy ounce, menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

2. Geopolitik dan dedolarisasi

Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, membuat investor global mengalihkan aset ke emas sebagai safe haven. Selain itu, tren dedolarisasi oleh sejumlah bank sentral juga memperkuat posisi emas di pasar global.

3. Kebijakan moneter

Ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve juga memberikan sentimen positif bagi harga emas.

4. Nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.910 per dolar AS turut menjaga harga emas domestik tetap tinggi.

Potensi Koreksi Harga

Jika terjadi penurunan harga emas setelah Lebaran, analis menilai hal tersebut kemungkinan hanya koreksi wajar. Besarnya terprediksi berkisar Rp20.000 hingga Rp50.000 per gram.

Penurunan ini bukan semata-mata akibat fenomena jual balik dari para pemudik, melainkan lebih karena aksi profit taking oleh investor besar di pasar global.

BACA JUGA: Prediksi Harga Emas 7 Maret 2026, Antam Stabil UBS Turun

Lembaga keuangan internasional seperti Goldman Sachs dan JPMorgan Chase bahkan masih mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek emas hingga akhir 2026.

Karena itu, bagi pemilik emas saat ini, banyak analis menyarankan strategi menahan aset (hold) dibandingkan menjualnya hanya karena mengikuti tren musiman setelah Lebaran. Potensi kenaikan harga global masih dinilai cukup kuat hingga penghujung tahun. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp