“Beras 25 kg memang bisa buat 2,5 bulan, tapi dengan harga segitu kerasa berat banget karena kan tidak ada kenaikan gaji. Akhirnya aku beralih beli beras 10 kg saja setiap bulan. Harganya sekitar Rp150.000 dan ternyata masih cukup buat sebulan,” katanya.
Perubahan pola pengeluaran Ilma tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok. Ia juga mulai membatasi anggaran untuk aktivitas yang sebelumnya cukup leluasa ԁilakukan, seperti menonton konser dan nongkrong di kafe.
Jika tahun lalu masih berani membeli tiket konser reguler maupun premium dengan harga sekitar Rp400 ribu hingga Rp450 ribu, tahun ini ia lebih banyak mempertimbangkan kebutuhan lain sebelum mengeluarkan uang untuk hiburan.
Kebiasaan ngopi di kafe yang relatif mahal juga mulai ia kurangi. Ilma memilih mencari promo, membeli kopi di angkringan, atau tidak membeli kopi sama sekali jika ԁirasa tidak ԁiperlukan.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia mengaku lebih sering membeli makanan di warung dengan harga terjangkau. Salah satu pilihannya adalah warung makan yang menjual dua bungkus nasi dan gorengan seharga Rp6 ribu.
Sementara itu, untuk kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan skincare, Ilma berusaha mempertahankan anggaran keluarga sekitar Rp300 ribu. Salah satu caranya adalah memilih barang yang sedang mendapatkan potongan harga ketika berbelanja di supermarket.
“Kalau tahun ini benar-benar mikir, mending beli kopi di angkringan, cari promo, atau sekalian tidak usah ngopi sama sekali. Buat makan juga sekarang aku lebih sering beli di angkringan. Nasi dua bungkus plus gorengan cuma Rp6.000. Aku jauh lebih banyak jajan di sana tahun ini ԁibanding tahun lalu,” pungkas Irma. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





