Gaya Hidup

Jadi Rumah bagi Sastra Amerika Latin, Begini Sepak Terjang Penerbit Labirin Buku

×

Jadi Rumah bagi Sastra Amerika Latin, Begini Sepak Terjang Penerbit Labirin Buku

Sebarkan artikel ini
labirin buku
Founder Labirin Buku, Irman Hidayat dan Gita Nanda. (Dokumentasi Pribadi)

“Di tahap ini kami mengirim proposal lalu negoisasi copyright. Apabila sudah berjalan lancar kami bayar lalu menerjemahkan,” imbuh Gita.

Dalam menerjemahkan dan menyunting, Irman dan Gita melakukan sendiri. Berbekal ilmu dari kuliah Sastra Indonesia, mereka pede saja dalam mengerjakan semua itu. Hasilnya pun cukup disukai oleh pembaca.

“Dalam menerjemahkan setiap buku memiliki perlakuan yang berbeda. Tergantung karakter penulisnya,” ucapnya.

Lebih jauh, Irwan dan Gita juga tak sembarangan memilih untuk menjadikan Labirin Buku sebagai penerbit khusus sastra Amerika Latin. Ada misi serius yang mereka emban.

BACA JUGA: Melihat AI Bekerja: Sekitar Pro-Kontra Sampul Buku dengan Gambar Ciptaan Akal Imitasi

Keduanya ingin, Labirin Buku bisa memberikan khazanah baru kepada pembaca-pembaca di Indonesia, khususnya dari sastrawan-sastrawan Amerika Latin.

Menurut Irwan, pembaca di Indonesia masih menganggap sastra Amerika Latin masih generasi el Boom atau penulis-penulis lama. Padahal, sastra Amerika Latin kini sudah sangat beragam.

“Kami ingin mematahkan stigma itu. Sebab memang Sastra Amerika Latin sudah bergerak banget,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp