Catatan Editor

Melihat AI Bekerja: Sekitar Pro-Kontra Sampul Buku dengan Gambar Ciptaan Akal Imitasi

×

Melihat AI Bekerja: Sekitar Pro-Kontra Sampul Buku dengan Gambar Ciptaan Akal Imitasi

Sebarkan artikel ini
Di Buku | Gambar AI | Frankenstein | Semarang Tertinggal | Kita Kami | 2024 PPDB | Sato Reang
Mu'ammar Qadafi. (Foto: Dok. Pribadi)

MK, sebuah penerbit independen asal Jakarta Selatan, belum lama ini menjadi sasaran amuk warganet perbukuan di X lantaran mengaku menggunakan sampul hasil akal imitasi (AI), persisnya generative artificial intelligence, pada salah satu buku terbitannya. Orang-orang mencurigai, lantas mendakwa dengan menampilkan sederet bukti, bahwa buku yang dimaksud mempergunakan gambar AI. Dan MK, seolah-olah tersudut, membuat pengakuan, “Menurut desainernya: iya [sampul itu ciptaan AI] 🙂”

Tak sedikit pembaca buku-buku terbitan MK yang menyayangkan. Mereka tak henti-hentinya mendamprat. Kecewa, tentu saja. Pasalnya, sejak mula MK mendaku diri sebagai penerbit progresif, lebih-lebih berhaluan kiri, yang mestinya peduli pada kelas pekerja, khususnya seniman grafis yang paling banyak kecewa oleh keputusannya mempergunakan AI alih-alih ilustrasi karya seorang perupa.

BACA JUGA: Dari Mary Shelley ke Nabi Daud, Bagaimana Akhir yang Pantas Bagi Kisah Frankenstein Politik Indonesia?

Pembelaan MK dengan sekian belas postingan di X pun tak mampu memadamkan api yang kadung berkobar. Sebaliknya, hal itu membuat api semakin membara, dengan salah satu poin pembelaannya menyebut pemerintah, lewat kementerian pendidikan, juga mendayagunakan AI pada salah satu produk buku pembelajarannya.

Kiri membebek pemerintah: Meledak!

Dari sekian banyak kontra narasi, yang sebagian besar penggaungnya ialah para ilustrator, yaitu: gambar hasil generative AI tidaklah etis. Sebab, gambar tersebut merupakan ciptaan campur aduk dari ratus-ribuan bahkan jutaan gambar karya para ilustrator di internet, yang, tanpa persetujuan, menjadi “bahan belajar” AI. Tanpa persetujuan, tanpa consent, di situlah letak tidak etisnya. Terlebih, kasus gambar sampul hasil AI tadi penggunaannya untuk tujuan komersial, sebagai buku yang diperjualbelikan.

Mendang-mending gambar AI