Peristiwa

Jalan Provinsi Penghubung Kabupaten Semarang-Grobogan Amblas 1 Meter, Lalu Lintas Tersendat

×

Jalan Provinsi Penghubung Kabupaten Semarang-Grobogan Amblas 1 Meter, Lalu Lintas Tersendat

Sebarkan artikel ini
Jalan Provinsi Semarang
Kondisi terkini jalan provinsi penghubung Kabupaten Semarang dan Grobogan di Dusun Ngelo, Desa Wiru, Kecamatan Bringin, yang ambles 1 meter, Kamis, 22 Mei 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jalan provinsi penghubung Kabupaten Semarang dan Grobogan di Dusun Ngelo, Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, amblas sedalam 1 meter. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 21 Mei 2025.

Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi kejadian menjadi tersendat, lantaran dari dua lajur yang ada kini hanya satu yang berfungsi. Itu pun setiap kendaraan yang melintas mesti ekstra hati-hati dan saling bergantian.

Zumri (47), warga Desa Wiru, mengungkapkan, amblasnya badan jalan ini terjadi pada Rabu malam. Sesaat setelah amblas, para pemuda desa setempat berinisiatif menguruk menggunakan koral dan bebatuan.

“Upaya darurat ini agar kendaraan tetap bisa melintas dan jalur penghubung antar kabupaten ini tidak terputus dan lumpuh total,” ungkapnya saat beritajateng.tv konfirmasi, Kamis, 22 Mei 2025.

BACA JUGA: Sempat Tertutup Material Longsor, Jalan Utama Desa Wirogomo Sudah Bersih

Zumri juga menyampaikan, karena badan jalan amblas hingga 1 meter, kondisi jalan provinsi ini pun menjadi sangat membahayakan para pengguna jalan yang akan memanfaatkannya.

Sehingga, mesti dilakukan pengurukan agar mobil maupun sepeda motor bisa melintas. Sebab, jalan ini menjadi jalur alternatif untuk menuju wilayah Kabupaten Grobogan melalui Bringin.

“Jalan provinsi ini juga menjadi akses alternatif Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang dengan Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan,” lanjut Zumri kepada awak media.

BACA JUGA: 20 Tahun Lebih Tak Pemda Perbaiki, Warga Swadaya Perbaiki Jalan

Sementara itu, Narto, Kepala Dusun Ngelo, Desa Wiru, menambahkan, amblasnya jalan ini merupakan peristiwa yang ketiga sejak tiga tahun terakhir. Awalnya, kata Narto, bermula dari retakan di jalan, kemudian amblas.

Namun, ia menyebut kali ini yang terparah karena amblasnya sampai 1 meter. Sebelumnya, amblasnya hanya sekitar 10 sampai 15 sentimeter. Sayangnya, setiap beres perbaikan, tak lama kemudian amblas lagi.

“Tetapi kali ini sangat parah, amblasnya mencapai 1 meter sehingga nyaris tidak bisa kendaraan lalui baik mobil maupun sepeda motor jika tidak ada urukan darurat,” jelasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi