Lingkup pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 14,31 kilometer serta penanganan berkala pada jembatan dengan total panjang sekitar 5,886 meter.
Di lapangan, progres pekerjaan juga menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Realisasi pekerjaan tercatat telah mencapai sekitar 9,08 persen, melampaui target rencana yang berada di angka 6,47 persen atau mengalami deviasi positif sekitar 2,60 persen.
Kendala Pengerjaan Proyek Rekonstruksi
Meski demikian, pengerjaan proyek tidak lepas dari sejumlah kendala, terutama faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir sempat memengaruhi aktivitas pekerjaan di lapangan.
“Kendala utama memang cuaca, karena beberapa waktu terakhir hujan cukup tinggi. Tapi kalau kondisi memungkinkan, tim langsung mengeksekusi pekerjaan,” kata Awang.
Untuk mengejar target proyek sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di jalur Pantura yang padat kendaraan, tim proyek bahkan bekerja hampir tanpa henti.
“Kami hampir 24 jam bekerja untuk memastikan pekerjaan berjalan dan tetap menjaga keamanan lalu lintas,” ujarnya.
BACA JUGA: Jadi Titik Strategis Arus Mudik, Posko Klonengan Tegal Siapkan Fasilitas Darurat-Tambal Jalan
Dalam pelaksanaannya, pihak proyek juga berkoordinasi dengan kepolisian serta Dinas Perhubungan guna mengatur arus kendaraan selama proses pengerjaan berlangsung.
Langkah tersebut bertujuan agar aktivitas perbaikan jalan tidak mengganggu mobilitas kendaraan yang melintas di jalur utama Pantura.
Ke depan, rekonstruksi dengan perkerasan beton ini harapannya mampu meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalur logistik utama.
Selain itu, juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh, termasuk saat musim mudik Lebaran. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





