Jateng

Jalur Favorit Arus Mudik Lebaran, Rekonstruksi Jalan Pantura Kendal-Semarang Dikebut

×

Jalur Favorit Arus Mudik Lebaran, Rekonstruksi Jalan Pantura Kendal-Semarang Dikebut

Sebarkan artikel ini
Jalur Kendal-Semarang
PPK 1.3 Provinsi Jawa Tengah, Awang Nofika, saat menjelaskan progres pembangunan ruas jalan nasional jalur Pantura Kendal-Semarang di Jalan Lingkar Bodri Kabupaten Kendal, Kamis, 12 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

KENDAL, beritajateng.tv – Perbaikan ruas jalan nasional di jalur Pantura Kendal-Semarang terus dikebut oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY.

Pekerjaan rekonstruksi dilakukan guna menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang setiap tahun memadati jalur tersebut.

Hingga saat ini, sebagian pekerjaan rekonstruksi jalan sudah mulai terlihat hasilnya di lapangan. Dari total panjang penanganan proyek, sekitar dua kilometer ruas jalan telah selesai diperbaiki.

BACA JUGA: Usai Badai Angin di Alas Roban, Jalur Nasional Batang-Semarang Kini Siap untuk Arus Mudik

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Jawa Tengah, Awang Nofika, menjelaskan bahwa proyek peningkatan kualitas jalan nasional ini mencakup penanganan sepanjang 14,31 kilometer.

“Total pekerjaan kami ada 14,31 kilometer, dan yang sudah kami perbaiki sekitar dua kilometer,” ujar Awang saat meninjau lokasi di sekitar Jalan Lingkar Bodri Kendal pada Kamis, 12 Maret 2026.

Proyek rekonstruksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur di jalur Pantura yang dikenal sebagai salah satu koridor transportasi paling vital di Pulau Jawa.

Jalan Pantura Kendal-Semarang Jadi Rute Favorit Pemudik

Selain menjadi jalur distribusi logistik antardaerah, ruas Kendal-Semarang juga menjadi rute favorit para pemudik yang melintas dari berbagai wilayah.

Awang menyebut, lalu lintas kendaraan di jalur tersebut datang dari dua arah sekaligus. Banyak kendaraan dari Jawa Timur menuju wilayah Pantura barat seperti Tegal yang memilih melewati ruas ini.

“Betul, karena ini merupakan jalan Pantura yang termasuk favorit para pemudik. Kendaraan datang dari dua arah, ada yang dari Jawa Timur menuju Tegal dan juga sebaliknya,” jelasnya.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, BBPJN Pastikan Ruas Jalan Palur-Sragen Bebas Banjir

Berdasarkan data proyek, rekonstruksi jalan nasional di ruas tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp250,28 miliar. Pekerjaan dimulai sejak 15 Desember 2025 dan dijadwalkan selesai pada 7 Juni 2027.

Lingkup pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 14,31 kilometer serta penanganan berkala pada jembatan dengan total panjang sekitar 5,886 meter.

Di lapangan, progres pekerjaan juga menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Realisasi pekerjaan tercatat telah mencapai sekitar 9,08 persen, melampaui target rencana yang berada di angka 6,47 persen atau mengalami deviasi positif sekitar 2,60 persen.

Kendala Pengerjaan Proyek Rekonstruksi

Meski demikian, pengerjaan proyek tidak lepas dari sejumlah kendala, terutama faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir sempat memengaruhi aktivitas pekerjaan di lapangan.

“Kendala utama memang cuaca, karena beberapa waktu terakhir hujan cukup tinggi. Tapi kalau kondisi memungkinkan, tim langsung mengeksekusi pekerjaan,” kata Awang.

Untuk mengejar target proyek sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di jalur Pantura yang padat kendaraan, tim proyek bahkan bekerja hampir tanpa henti.

“Kami hampir 24 jam bekerja untuk memastikan pekerjaan berjalan dan tetap menjaga keamanan lalu lintas,” ujarnya.

BACA JUGA: Jadi Titik Strategis Arus Mudik, Posko Klonengan Tegal Siapkan Fasilitas Darurat-Tambal Jalan

Dalam pelaksanaannya, pihak proyek juga berkoordinasi dengan kepolisian serta Dinas Perhubungan guna mengatur arus kendaraan selama proses pengerjaan berlangsung.

Langkah tersebut bertujuan agar aktivitas perbaikan jalan tidak mengganggu mobilitas kendaraan yang melintas di jalur utama Pantura.

Ke depan, rekonstruksi dengan perkerasan beton ini harapannya mampu meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalur logistik utama.

Selain itu, juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh, termasuk saat musim mudik Lebaran. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp