Pendidikan

Jangan Buru-buru Bikin Kebijakan Baru, Mendikdasmen Diminta Perhatikan Kesejahteraan Guru dan Zonasi

×

Jangan Buru-buru Bikin Kebijakan Baru, Mendikdasmen Diminta Perhatikan Kesejahteraan Guru dan Zonasi

Sebarkan artikel ini
Pengamat pendidikan asal Universitas Negeri Semarang (Unnes), Edi Subhkan
Pengamat pendidikan asal Universitas Negeri Semarang (Unnes), Edi Subhkan saat dijumpai di kantornya, Kamis, 24 Oktober 2024 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Soal sistem zonasi banyak yang protes, karena dianggap jadi salah satu sebab downgrade kualitas siswa,“ tegas dia.

Dalam hematnya, sistem zonasi tak berjalan baik selama ada perbedaan kualitas antarsekolah di Indonesia.

“Selama ada sekolah elit, sekolah favorit, dan tidak favorit, maka ortu akan selalu berupaya, fight, memasukan anaknya ke sekolah negeri yang teranggap favorit,” ucap dia.

Sebab, kata Edi, tak sedikit orang tua yang berpikir bahwa jika anaknya masuk ke sekolah negeri favorit, maka akan membentuk pola pikir anak itu dengan baik.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Baru, Ini Pesan dan Harapan Guru di Kota Semarang Soal Kurikulum Merdeka

Sehingga, kata dia, solusi yang bisa Mendikdasmen lakukan meskipun sulit ialah memenuhi standar yang sama untuk setiap sekolah.

“Solusi paling oke, walaupun gak mungkin dijalankan selama satu atau dua tahun, adalah memenuhi standar yang sama, kualitas sekolah disamakan,” tegas dia.

Lebih lanjut, Edi menuturkan kekurangan dari sistem zonasi. Tak lain ialah ada satu daerah yang memiliki banyak sekolah, namun daerah lainnya sepi sekolah.

“Kalau zonasi terhitung hanya zona atau jarak, maka akan ada sekolah yang gak ada siswa dan ada sekolah yang padat. Kecurangan bisa muncul, pemerintah mesti bisa buat strategi mapping soal ketersediaan sekolah,” tandas dia. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp